Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Forest School (Foto: Nudes Studio Architecture)
Dream - Gedung sekolah biasanya cenderung kaku. Berbentuk L atau O yang sangat minim pepohonan. Hal ini lantaran keterbatasan lahan dan kelas pun dibuat bertingkat. Kondisi ini membuat anak-anak jadi sangat jenuh dan kurang mendapat oksigen memadai.
Sebuah karya desain gedung sekolah dibuat oleh studio arsitektur yang berbasis di India, Nudes, mungkin akan membuat Sahabat Dream terpana. Sekolah ini bentuknya terinspirasi dari simbol infinity dan seluruh bagian gedungnya bakal ditutupi taman vertikal atau pepohonan yang ditata khusus.

Nantinya rancangan ini akan diaplikasikan pada pembangunan sekolah yang baru di kawasan India, Pune. Rencananya bakal dibangun sepasang menara silindris berlantai enam yang berbalut tanaman hijau, dengan lintasan bersepeda melingkar di atap.
© Dream
Ketinggian sekolah nantinya mencapai 32 meter. Anak-anak nantinya bisa main sepeda di atas gedung karena bakal ada jalur bersepeda yang berada di puncak. Bakal dibuat dua jembatan di antara gedung yang bentuknya seperti sirkuit memutar.

Mengapa jalur sepeda dibuat di atas gedung? Hal ini karena seperti banyak persoalan klasik di banyak properti dan bangunan yaitu keterbatasan lain. Kota Pune juga tak memiliki lahan yang cukup untuk jalur sepeda jalur pejalan kaki.
Sirkuit sepeda di atas dianggap sebagai solusi untuk mengakamodir kebutuhan para siswa untuk beraktivitas fisik secara memadai.
© Dream
Untuk bagian balkon sekolah bakal dipenuhi tanaman, tampak seperti hutan vertikal. Pepohonan yang mengelilingi gedung sekolah berfungsi untuk membersihkan udara dari polusi. Tanaman dapat menghilangkan polutan dari udara dengan proses yang disebut fitoremediasi, di mana tanaman tertentu dapat menyerap bahan kimia beracun melalui daun atau akarnya.

Tanaman juga mengubah karbon dioksida menjadi oksigen melalui fotosintesis. Hal ini untuk memastikan anak-anak mendapat kualitas oksigen yang baik. Pasalnya Pune adalah kota terpadat kedelapan di India dan telah menderita kualitas udara yang memburuk selama bertahun-tahun.

Daun tanaman juga akan menaungi bangunan untuk membuatnya tetap dingin secara alami dalam cuaca panas, dan menyediakan penyangga kebisingan. Nudes berharap proyek ini akan menjadi contoh lingkungan sekolah yang sehat.
Sumber: Dezeen
© Dream
Dream - Kondisi pandemi mengubah kebiasaan seluruh warga dunia dalam segala hal, salah satunya pergi ke taman. Sebelumnya, ke taman sangat dianjurkan untuk menghirup udara segar dan mengurangi stres.
Kini bermain di taman umum justru dilarang, apalagi jika taman dikerumuni banyak orang karena bisa meningkatkan risiko penularan Covid-19. Kita wajib menjaga jarak minimal 2 meter demi mengurangi risiko tertular virus corona.

(Foto: Studio Precht)
Rupanya pandemi membuat biro arsitek Studio Precht, di Wina, Austria, mengembangkan konsep taman berjarak. Mereka tengah mendesain Parc de la Distance, yaitu taman inovatif yang menjamin semua pengunjungnya bisa menikmati taman dengan social distancing sejauh 2 meter.
© Dream
Taman ini diciptakan oleh Studio Precht berdasarkan keresahan warga sekitar, karena banyak taman terkenal di Wina yang ditutup karena pandemi. Maka mereka pun berpikir bagaimana cara tetap bisa menikmati taman yang sejuk, tenang, dan rindang tapi tetap mengutamakan keselamatan diri.

(Foto: Studio Precht)
Konsep taman unik ini dipinjam dari taman French baroque dan Japanese Zen, yang berfokus pada alur-alur spiral berbentuk seperti sidik jari dan air mancur di tengahnya. Bentuk Parc de la Distance yang serupa seperti labirin, membuat kesan individual tercipta.
© Dream
Setiap jalur punya masing-masing satu pintu masuk dan satu pintu keluar, jadi bisa tahu apakah jalur itu masih kosong atau sudah terisi orang. Setiap jalurnya terpisah 2,4 meter dengan pembatas setinggi 1 meter untuk membatasi jarak pandang.

(Foto: Studio Precht)
Setiap jalur dari pintu masuk sampai keluar berjarak 595 meter dan bisa ditempuh kurang lebih 20 menit. Selengkapnya baca di Diadona.id
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang