Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Detergen Cair (Foto: Shutterstock)
Dream - Mencuci pakaian sudah menjadi kegiatan rutin di rumah tangga. Sebagian orang memilih detergen bubuk, dan sebagian lainnya memakai detergen cair.
Keduanya sama-sama ampuh dalam membasmi noda. Lalu, apa bedanya?
detergen bubuk mengandung kadar konsentrat yang lebih rendah dari detergen cair. Dalam pemakaiannya, detergen bubuk harus dilarutkan terlebih dahulu sebelum digunakan.
" Diaduknya harus sampai merata agar tidak ada residu yang tertinggal. Berbeda dengan detergen cair yang cepat larut dalam air," tutur Joanna Elizabeth Samuel, Marketing Manager Fabric Care Wings Group di acara launching So Klin Experience Sakura, Jakarta, Kamis 28 Februari 2019.
Jenis kain lembut seperti sutra, sifon dan satin sebaiknya dicuci memakai detergen cair. Sebab menurut Joanna, residu yang tertinggal dari detergen bubuk dapat merusak kain.
Penggunaan detergen juga harus disesuaikan dengan mesin cuci. Tak semua mesin cuci memiliki daya tahan terhadap busa sabun.
" Jenis bubuk dapat digunakan untuk mesin cuci dengan bukaan atas. Kalau bukaan depan pakai yang cair karena mengandung lebih sedikit busa sehingga tidak mengganggu sensor mesin cuci," ujarnya.
Selain itu, detergen bubuk juga tidak dianjurkan untuk mencuci pakaian bayi. Jika terpaksa, sebaiknya pakaian bayi dicuci terpisah dari pakaian lainnya.
" Untuk bayi disarankan pakai yang cair agar tidak alergi karena residu yang tertinggal," imbuh Joanna.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya