Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Bayi
Dream - Ketombe jadi salah satu masalah kulit kepala yang kerap terjadi pada orang dewasa. Rupanya, para bayi juga mengalaminya. Tetapi ketomba yang dialami bayi sangat berbeda dengan ketombe yang terjadi pada orang dewasa.
Dalam dunia medis lazim dikenal dengan cradle cap. Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari situs Klik Dokter, cradle cap tidak berhubungan dengan kebersihan atau higienitas seorang bayi. Sampai sekarang pun, belum ada satu penelitian konkret yang mengulas atau menemukan penyebab pasti munculnya ketombe pada bayi.
"Cuma beberapa peneliti menduga bahwa cradle cap ini erat kaitannya dengan hormon ibu, yang memengaruhi produk kelenjar minyak bayi saat dia lahir," kata Dyan seperti dikutip dari Liputan6.com.
Ketombe ini pun bisa saja terjadi lantaran adanya infeksi jamur atau bakteri yang menyerang kulit bayi di bagian tubuh mana saja. Rupanya, cradle cap tak hanya bisa terjadi di kepala, tapi juga di sekitar telinga, mata, hidung, maupun area genitalnya.
Hal-hal semacam ini tentunya sering membuat para ibu resah. Namun Dyan menekankan, permasalahan ketombe ini sebenarnya tak berbahaya dan dapat dihilangkan dengan cara yang mudah. Dyan, menambahkan, seiring usia bayi yang terus bertambah, banyaknya ketombe di kulit kepalanya akan berkurang.
"Nantinya benar-benar hilang dan tak muncul lagi," katanya.
Sebenarnya, cradle cap ini lebih mirip kerak yang tersusun atas lembaran tipis menyerupai ketombe, berwarna putih, dan kekuningan. "Kerak tersebut umumnya keras, sulit dilepaskan dan memang tidak dianjurkan untuk dilepas paksa," ujarnya.
Ibu dapat menyisir kepala bayi menggunakan sisir berbulu lembut yang dibuat khusus untuk bayi. Tindakan ini berfungsi merontokkan sisa kerak, sehingga kulit kepala bayi benar-benar bersih setelahnya.
Nah, untuk mencegah cradle cap agar tidak terulang kembali, biasakan untuk membersihkan kepala bayi dengan sampo yang lembut setidaknya dua sampai tiga hari sekali.
Dengan demikian, ketombe di kepalanya bisa bersih dan tidak sampai menumpuk membentuk kerak.
"Jika tindakan ini tidak efektif, tak perlu gundah. Kecenderungan terbentuknya cradle cap perlahan akan berkurang dan hilang seiring dengan bertambahnya usia bayi," ujarnya.
Laporan Aditya Eka Prawira/ Liputan6.com
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?


Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya

Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan