10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kemudahan ada di sekeliling kita. Fasilitas dan teknologi memang membuat aktivitas sehari-hari jadi lebih praktis. Contohnya ojek online, kita tak perlu jalan jauh untuk membeli makanan, tinggal pesan lewat ponsel.
Keluar rumah pun langsung dijemput dan diantar sampai tempat tujuan. Gerak fisik jadi sangat terbatas dan hal ini sebenarnya meningkatkan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Hal tersebut diungkapkan oleh dr. Paskariatne Probo Dewi Yamin, SpJP, dalam acara Konsensus Penatalaksanaan Hipertensi 2019.
" Saat ini kita jadi sangat kurang bergerak dengan banyaknya fasilitas. Contohnya seperti lift yang membuat masyarakat semakin jarang menggunakan tangga," ujar dr. Paska, di Jakarta 22 Februari 2019.
Selain itu, gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi makanan serba instan, konsumsi garam berlebihan, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan faktor psikososial seperti stres juga menjadi faktor penyebab hipertensi.
Hipertensi disebut juga sebagai penyakit silent killer atau tidak menimbulkan tanda. Maka dari itu untuk mencegahnya, dr. Paska menyarankan para generasi milenial usia 20-30an melakukan deteksi hipertensi sejak dini. Caranya, dengan memeriksakan tekanan darah secara rutin.
" Rata-rata kaum milenial diketahui terkena hipertensi ketika sedang medical check-up saja, itu pun kalau ada kewajiban dari kantornya," ungkap dr. Paska.
Penyakit hipertensi ini tidak dapat disepelekan karena jika dibiarkan dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan penyakit berat seperti jantung, ginjal, dan strok.
Jika merasakan gejala hipertensi seperti jantung berdebar-debar, sulit bernapas setelah mengangkat beban, mudah lelah, sebaiknya konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan lebih cepat.
Laporan Ratih Permata Sari
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli