Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Risiko kebutaan tentunya jadi hal yang sangat mengkhawatirkan. Untuk di Indonesia sendiri, penyebab utama kebutaan sebagian besar adalah katarak. Presentasenya ternyata sangat tinggi.
" Katarak adalah penyebab utama kasus kebutaan di Indonesia. Persentasenya sebesar 75,5 persen," ungkap dr. Setyo Budi Riyanto SpM, Kepala Bedah Refraktif Jakarta Eye Center (JEC) di Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.
Ia memaparkan, angka kebutaan di Indonesia menempati peringkat kedua di dunia, bahkan pertama di Asia Tenggara. Kondisi iklim ternyata sangat mempengaruhi kasus katarak di Indonesia.
" Karena daerah kita tropis dan mata sering terpapar sinar UV. Tapi, bisa juga akibat faktor usia dan gen, pemakaian obat tertentu seperti steroid, diabetes melitus serta terkena benturan," ujar Setyo.

Penanganan katarak sebenarnya harus segera dilakukan. Satu-satunya cara untuk mengatasi katarak adalah melalui operasi. Prosedurnya pun kini semakin sederhana, seperti teknologi minimal infasive seperti Flacs (Femtosecond Laser-Assisted Cataract Surgery).
" Dulu operasi katarak teknologinya masih manual. Lalu, 1997 berkembang pakai ultrasound. Dan mulai 2007 muncul teknologi laser atau Flacs," kata Setyo.
Perbedaan Flacs dengan teknologi sebelumnya pun cukup signifikan. Dulu setelah operasi, pasien terkadang masih harus pakai kacamata.
Lubang yang harus dibuat lebih besar, operasi dan penyembuhannya lama. Pada prosedur Flacs, pasien akan dibius dan dilaser dengan lubang sebesar 2.2 milimeter selama 10-15 menit.

" Pasien juga akan dipasangkan lensa multivokal supaya tidak perlu pakai kacamata lagi," imbuh Ketua Indonesian Society of Cataract and Refractive Surgery (INASCRS) itu.
Setelah laser pun, pasien hanya perlu beristirahat selama 1-3 hari. Wajib juga memakai obat tetes secara rutin dan menghindari mata dari debu maupun air untuk menghindari infeksi.
Hingga saat ini, Flacs sudah dilakukan di beberapa rumah sakit di perkotaan maupun daerah. Biaya operasinya berkisar antara Rp28-38 juta untuk satu mata. (ism)