Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Sahabat Dream pernah kesal tanpa sebab? Mudah sensitif dengan hal sepele? Kayaknya kamu lupa sarapan, nih.
Sebuah studi menyebutkan, kondisi perut mampu memengaruhi aspek psikologis otak. Hal ini disebabkan oleh senyawa neurotransmitters yang mengontrol emosi manusia.
" Teori ini disebut dengan Gut Brain Connection (GBC) dan berkembang sejak 10 tahun terakhir. Dulu orang bilang kalau stress bakal turun ke perut. Misalnya mual karena nervous. Namun ternyata yang terjadi adalah kebalikannya," ujar Taufiq Pasiak, Ahli Neuroanatomi dan Neurosains di konferensi pers Energen, Jakarta, kemarin.
Menurut Taufiq, sarapan tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik tubuh namun juga menjaga ketenangan dan kesabaran emosional.
Neurotransmitters dibentuk mikroba dalam usus yang kemudian berubah menjadi serotonin, atau yang dikenal sebagai hormon pembawa kebahagiaan.
" Kecemasan, depresi dan masalah psikologis lainnya dipengaruhi oleh bakteri di usus sehingga kini pasien gangguan jiwa banyak dicarikan obat untuk perut mereka," tuturnya.
Jangan pernah melewatkan sarapan, sebab perut telah kosong selama 6-8 jam saat tidur di malam hari. Perut yang kosong akan rentan dengan berbagai masalah.
Akibatnya, pembentukan serotonin tidak optimal dan membuat orang lebih mudah sensitif. Kinerja otak menjadi tidak optimal karena tak mampu menyerap zat-zat tertentu.
" Menunya harus gizi seimbang. Nasi bisa diganti ubi, jagung, mie atau roti. Tapi pastikan sumber protein hewani dan nabatinya harus bervariasi. Misalnya telur, ikan dan kacang," imbuhnya. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya