Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Mungkin Sahabat Dream pernah mendengar istilah beauty sleep. Sesuai dengan istilahnya, beauty sleep adalah tidur nyenyak yang bermanfaat bagi kecantikan kulit.
Sebaliknya, kurang tidur dapat memiliki efek buruk bagi kecantikan. Terlepas dari kelelahan dan munculnya kantung mata, kurang tidur juga memiliki efek jangka panjang bagi kecantikanmu.
Tidur cukup dan berkualitas dapat membuat kulit dan pikiran lebih segar. Tapi jika kamu kurang tidur, bisa memicu jerawat, kulit kering dan alergi.
Berikut bahaya kurang tidur bagi kecantikan yang dilansir dari Boldsky:
Kurang tidur menyebabkan peningkatan kadar kortisol, hormon yang memicu peradangan dan membuat kulit kusam.

Karena itulah ketika tidak cukup tidur, kulit menjadi kusam dan kering.
Efek utama lain dari kurang tidur adalah timbulnya jerawat. Kurang tidur melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Oleh karena itu, kulitmu lebih rentan terhadap bakteri penyebab jerawat. Selain itu, kurang tidur menyebabkan peningkatan peradangan kulit dan beruntusan.

Kurang tidur tidak hanya dapat menyebabkan jerawat, tetapi juga memperburuk kondisi kulit. Jadi jika kulitmu sedang bermasalah, kamu perlu memperbaiki kualitas tidurmu. Tidur nyenyak akan membantu menyembuhkan kulit lebih cepat.
Tidur cukup merupakan salah satu cara meremajakan kulit dan menjaganya agar tetap sehat.

Kurang tidur bisa mengurangi produksi kolagen dan dengan menyebabkan tanda penuaan, seperti garis halus dan kerutan. Selain itu, kurang tidur juga mengurangi fungsi lapisan teratas kulit dan mempercepat proses penuaan.
Saat tidur, tubuh tidak hanya meremajakan kulit tetapi juga meningkatkan kelembapan. Oleh karena itu, tidur yang cukup dapat melembapkan kulit. Jika tidak, kulitmu akan menjadi lebih kering dan timbul berbagai masalah kulit lainnya.

Area di bawah mata bersifat cukup sensitif. Oleh karena itu, kualitas tidurmu akan terlihat di area bawah mata. Lingkaran hitam, mata bengkak dan kantung mata akan muncul jika kamu kurang tidur.
Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur bisa mempengaruhi berat badan dan menyebabkan obesitas. Kurang tidur bisa membuatmu lebih lapar dan keinginan untuk mengonsumsi makanan manis akan meningkat. Sehingga, berat badanmu akan lebih mudah meningkat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya