Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tengah menggodok konsep wisata baru bertajuk tur virtual interaktif. Konsep wisata ini digadang-gadang akan menjadi tren wisata baru di masa transisi new normal.
Di bawah Kemenparekraf, Traveloka bersama Atourin dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPP), merealisasikan konsep tersebut dengan menghadirkan tur virtual di beberapa destinasi unggulan Indonesia, salah satunya Bali yang dilaksanakan selama kurang lebih dua jam.
“ Konsep interaktif diangkat agar tidak menghilangkan sensasi dan pengalaman yang didapat wisatawan ketika berwisata secara langsung. Walau tur diikuti melalui aplikasi konferensi video, namun peserta dapat berinteraksi dengan pramuwisata yang akan memandu langsung dari obyek wisata,” jelas Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama, dalam virtual konfrens, Kamis 8 Oktober 2020.
© Pura Sanur, Bali (Shutterstock.com)
Adanya tur virtual interaktif ini diharapkan dapat memberikan pilihan hiburan lain kepada masyarakat yang mulai jenuh di tengah pandemi.
Pengembangan kegiatan tur virtual interaktif ini merupakan peluang yang sangat besar bagi para pelaku pariwisata, khususnya pramuwisata, untuk tetap berkreasi dan berinovasi di tengah pandemi.
" Bukan berarti tur virtual ini dapat menggantikan wisata sesungguhnya. Ini merupakan cuplikan mengenai destinasi-destinasi wisata di Indonesia yang nantinya dapat dikunjungi ketika keadaan kembali normal," tambahnya.
Perlahan tapi pasti, semua industri tak terkecuali pariwisata dan ekonomi kreatif. akan bertransformasi melalui digital dan membiasakan diri dengan perkembangan teknologi.
“ Cita-cita besar kami adalah ingin mewujudkan ekosistem digital supaya sinergi itu tetap ada,” ungkapnya.
© Svarga Bumi (Instagram @svargabumi kredit:@achmad.badrut.tamam)
Dream - Video tentang suasana bertamasya di sekitar sawah mendadak viral di media sosial. Setelah ditelusuri, lokasi wisata tersebut berada di Magelang, Jawa Tengah.
Viralnya objek wisata tersebut berawal dari unggahan akun Instagram Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Dalam unggahannya, ia menuliskan objek wisata tersebut bernama Svargabumi Borobudur.
Ganjar juga mengatakan, kemunculan objek wisata itu telah memberikan keuntungan bagi pemilik sawah. Lahan mereka disewa Rp80 juta per tahun untuk setiap hektarenya.
“ Ini di Magelang! Pemilik sawah sangat diuntungkan karena sawah 0,1 ha disewa 8 jt/th (1 hektare Rp80 juta/tahun)," tulis Ganjar.
Dia juga menjelaskan, meski lokasi tersebut menjadi objek wisata, para pemilik sawah masih bisa menggarap lahannya dan menambah pemasukan bagi petani sekitar.
" Penggarap tetap diperbolehkan menggarap sawahnya dan mendapatkan seluruh hasil padinya semua alias cuma2 (tidak ada bagi hasil dg pemilik lahan,krn sdh disewa oleh investor)," katanya lagi.
" Buruh tani dapat pekerjaan rutinitas tiap hari atau harian lepas. Disewa selama 10 tahun total luas 20 ha. Ini contoh kasus yang menguntungkan bagi petani dan investor tentunya. Ok gak? Siapa pernah ke sini?," ujarnya.
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?