Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Anak-anak (foto: Shutterstock)
Dream - Pola asuh orangtua akan sangat membentuk karakter dan mental anak-anak. Apapun caranya, pasti orangtua ingin yang terbaik untuk buah hatinya. Tujuannya satu, yaitu menyiapkan anak agar bisa jadi pribadi yang dewasa dan mandiri.
Budaya, kebiasaan dan pola pikir sangat mempengaruhi pola asuh. Simak pola asuh yang unik di empat negara. Siapa tahu Anda juga ingin menerapkannya di rumah.
Bayi di Norwegia tidur siang di luar rumah
Bayi-bayi di Norwegia, Swedia dan Finland terbiasa tidur siang di luar rumah. Masyarakatnya percaya dengan tidur di luar rumah akan berdampak positif bagi perkembangan kesehatan anak.
Bahkan saat cuaca dingin, bayi-bayi dikenakan pakaian tebal dan dibiarkan tidur di luar rumah. Hal ini karena menurut masyarakat setempat bayi lebih membutuhkan udara segar daripada di dalam ruangan yang malah bisa memicu flu.
Anak-anak di Finlandia banyak istirahat di tengah pelajaran
Anak usia sekolah dasar (SD) di Finlandia memiliki banyak waktu istirahat selama pejaran. Mereka istirahat 15 menit setiap belajar 45 menit. Dengan cara tersebut dipercaya membuat anak-anak jadi lebih fokus menerima pelajaran selanjutnya. Penting diketahui, sistem pendidikan di Finlandia adalah yang terbaik di dunia.
Pelajar di Jepang gunakan transportasi publik sejak kecil
Sistem transportasi publik di Jepang memang sangat canggih, aman dan tepat waktu. Orangtua tak perlu panik saat melepas anaknya yang masih usia SD untuk menggunakan kendaraan umum. Ada petugas yang mengawasi, sopir yang terlatih serta keamanan kendaraan yang terjamin. Sejak kecil, anak-anak di Jepang terbiasa menggunakan transortasi publik sendiri.
Anak-anak Prancis makan siang sambil bersosialisasi
Tak ada kata buru-buru saat makan siang di Prancis. Anak-anak justru diajarkan untuk menikmati makanan, suapan demi suapan dan menghargai makanan yang mereka konsumsi. Oleh pihak sekolah, anak-anak diberikan waktu minimal 30 menit untuk menikmati makan siangnya. Konsep makan perlahan justru diajarkan karena dianggap lebih sehat dan bisa mencegah obesitas.
Sumber: Verywell
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari