Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Facebook.com/KPDNHEP Kelantan
Dream - Belakangan ini kita kerap melihat pemberitaan netizen yang mengeluhkan harga makanan yang mahal. Padahal diketahui, para netizen itu makan di warung makan kaki lima.
Tentunya dengan memilih makan di warung kaki lima, mereka berekspektasi akan mendapatkan harga yang murah atau sewajarnya.
Namun tampaknya pilihan itu tak sepenuhnya benar. Karena masih ada yang merasa 'digetok' pedagang makanan kaki lima dengan harga yang tak masuk akal.
Dan tak hanya di Indonesia, baru-baru ini peristiwa 'makan mahal' juga terjadi di negara tetangga kita, yakni Malaysia. Tepatnya di Jitra, Kedah.
Kejadian itu viral usai di posting oleh akun facebook Kementrian Perdagangan Domestik dan Urusan Konsumen (KPDNHEP) Kelantan.
Bermula saat sebuah keluarga mendatangi warung sederhana yang berada di dekat Pantai Cahaya Bulan, Jumat 21 september 2018.
Diketahui anggota keluarga itu berjumlah 29 orang. Mereka memesan dua mangkuk maggi ketam (masakan dari kepiting), beberapa nasi putih dan tomyam.
Sementara minuman yang dipesan sebagian besar berupa es teh, dan hanya satu yang memesan segelas jus wortel.
Siti Roshilah Rosli, salah satu anggota keluarga mengklaim mereka sudah melihat menu harga sebelum memesan makanan.
Dalam menu, makanan yang keluarga itu pesan tertulis dengan harga yang murah. Jadi Siti sudah mengira-ngira jika tagihannya nanti akan ramah dikocek.
Namun fakta berbeda justru mereka dapatkan.
Total tagihannya mencapai RM 413 atau setara dengan Rp 1,4 juta. Mereka kemudian bertanya tentang harga yang dirasa sangat mahal.
" Air minum dibebankan 101 ringgit (Rp362 ribu), dessert 109 ringgit (Rp391 ribu) dan menu makan utama 203 ringgit (Rp728 ribu) termasuk dua maggi ketam.
" Ketika kami bertanya, juru masak berkata menu utama totalnya 203 ringgit, semangkuk dihitung 50 ringgit. Padahal di daftar menu harganya cuma 15 ringgit (Rp53 ribu)," katanya.

Meskipun situasi tidak bersahabat, mereka akhirnya harus tetap membayar biaya.
Kejadian ini akhirnya mendapat respons. Pejabat Penegak Hukum KPDNHEP, Firdus Zakaria mengatakan bahwa perusahaan telah memeriksa warung tersebut
Mereka meyakini, pedagang itu sengaja menyesatkan pelanggan dengan menampilkan daftar harga menu yang lebih murah.
" Pedagang membuat alasan, harga kepiting sesuai dengan harga pasar saat ini dan belum mengubah tampilan harga."
" Pedagang diduga mengambil keuntungan karena memasuki musim liburan dan ada unsur-unsur niat untuk 'menjebak' pelanggan."
" Dalam hal ini, kami tidak akan berkompromi dan akan memaksakan tindakan tegas dengan memperpanjang kasus ini ke pihak penuntut untuk tindakan lebih lanjut," katanya.
(ism, Sumber: Facebook.com/KPDNHEP Kelantan)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya