Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

GeNose C19 Karya UGM Diharapkan Jadi Garda Terdepan Penanggulangan Covid-19

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 5 Januari 2021 10:33
GeNose C19 Karya UGM Diharapkan Jadi Garda Terdepan Penanggulangan Covid-19
Alat yang dikembangkan UGM ini bertujuan untuk mendeteksi penyebaran COVID-19.

Dream – Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mengapresiasi GeNose C19. Alat deteksi dini Covid-19 inovasi Universitas Gadjah Mada ini disebut sebagai implementasi revolusi indsutri 4.0 yang menggabungkan sektor kesehatan dan kecerdasan artifisial.

Dikutip dari keterangan tertulis Selasa 5 Januari 2021, Moeldoko siap menyosialiasikan penggunaan GeNose C19. Moeldoko juga berharap inovasi ini bisa menjadi garda terdepan dalam menanggulangi penyebaran Covid-19.

“ Inovasi yang paling mahal adalah inovasi yang menjadi solusi seperti GeNose C19,” kata dia saat menerima satu unit alat ini dari Menteri Riset dan Teknologi, Bambang P. S. Brodjonegoro, di Jakarta.

Selain itu, lanjut Moeldoko, kehadiran GeNose C19 telah melampaui negara-negara lain yang saat ini masih mengembangkan penelitian untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“ Maka, akan saya dorong secara masif tidak hanya sebagai temuan, tapi untuk meyakinkan semua pihak bahwa GeNose C19 merupakan alat yang diperlukan,” kata dia.

Bambang menambahkan, satu unit alat yang dihibahkan ini digunakan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan istana. GeNose C19, kata dia, merupakan suatu terobosan teknologi yang bisa mendeteksi Covid-19 dengan pendekatan yang sederhana dan murah.

Bambang berharap, temuan ini bisa benar-benar dimanfaatkan berbagai pihak.

1 dari 1 halaman

Siap Produksi 5 Ribu Unit Hingga Bulan Depan

Terlebih, katanya, UGM dan perusahaan konsorsium siap memproduksi hingga 5 ribu GeNose C19 pada Februari 2021 mendatang. “ Nantinya kami juga akan mendorong berbagai pihak, terutama di pusat keramaian seperti bandara, stasiun kereta, terminal bus, kampus, pabrik, dan perkantoran untuk menggunakan alat ini,” kata mantan menteri keuangan ini.

Namun, lanjut Bambang, alat itu bukan alat diagnosis. GeNose C19 ini merupakan bagian dari penerapan program 3T (testing, tracing, treatment) yang mendeteksi senyawa pada pernafasan manusia.

Dengan begitu, kata Bambang, seluruh pihak semakin berhati-hati dengan penyebaran Covid-19 karena GeNose C19 menjadi upaya pencegahan, bukan pengobatan.

Rektor UGM, Panut Mulyono berharap, GeNose C19 menjadi kontribusi UGM dan bisa masuk ke dalam ekosistem penanggulangan Covid-19 di Indonesia. Ke depannya, lanjut dia, GeNose C19 yang telah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan pada 24 Desember 2020 ini bisa menjadi fungsi diagnostik karena berbiaya murah, memberikan hasil secara cepat, dan bisa dioperasiokan tenaga terampil non medis.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar