Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Gunung Agung Menyemburkan Abu Vulkanik (Foto: Instagram/@bali_blessing_cards)
Dream - Gunung Agung terus mengeluarkan semburan abu vulkanik. Lantas, kini aman tidak ya jika ke Bali? Pertanyaan inilah yang banyak muncul di kalangan wisatawan.
Kondisi Gunung Agung sendiri sudah dinaikkan statusnya dari Siaga menjadi Awas. Dikutip dari Merdeka.com, dampak semburan abu vulkanik Gunung Agung sudah memenuhi ruang udara jalur penerbangan.
Situasi ini pun membuat pihak otoritas Bandara Internasional Ngurah Rai mengambil tindakan menutup aktivitas penerbangan. Dimulai dari Senin, 27 November 2017 pukul 07.00 WITA, Bandara Ngurah Rai ditutup selama 24 jam.
Akibatnya sebanyak 445 penerbangan tertunda. Terkait hal ini, Communication and Legal Section Head Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim menjelaskan, dari 445 penerbangan terinci ada 196 pembatalan penerbangan di Internasional.
" Untuk penerbangan khusus domestik ada 249 pembatalan. Kedatangan untuk internasional ada 97 dan 99 keberangkatan," kata Arie.
Ia menambahkan, khusus domestik ada 124 kedatangan dan 125 pesawat pembatalan keberangkatan. Khusus jumlah calon penumpang yang harus menunda keberangkatannya hingga kini belum bisa ditotal secara keseluruhan.
Namun diprediksi jika dilihat dari jumlah pesawat yang terjadi pembatalan, diprediksi ada lebih dari 60.000 calon penumpang.
" Jumlah penumpang masih belum seluruhya terlaporkan dari masing-masing airline. Perkiraan mencapai 60 ribu calon penumpang," paparnya.
Pantauan di lokasi bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, kepadatan penumpang terjadi sejak pagi hari baik di terminal Internasional maupun Domestik. Mereka yang harusnya berangkat pagi hari ini banyak yang belum tahu adanya informasi penutupan bandara hingga besok, Selasa 28 November.
(Sumber: merdeka.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?