Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Polisi AS Saat Menghalau Massa Demonstrasi Anti-rasis (Foto: Shutterstock)
Dream - Aksi protes terhadap kematian George Floyd yang terjadi beberapa waktu lalu masih berlanjut. Bahkan, aksi warga di Amerika pun semakin ricuh.
Kericuhan ini berdampak pada toko brand teknologi, Apple yang memutuskan menutup kembali sejumlah gerai milik mereka.
Sebelumnya, perusahaan raksasa teknologi ini telah membuka 100 dari 271 cabangnya selama lima hari di 21 negara bagian.
Dilansir dari Cnet.com, keputusan penutupan muncul dipicu kekhawatiran aksi penjarahan berbagai toko di Amerika Serikat yang dapat membahayakan karyawan maupun pelanggan.
Penjarahan dilakukan oleh puluhan ribu pengunjuk rasa yang turun ke jalan di Amerika Serikat selama lima hari berturut-turut untuk memprotes kematian George Floyd.
“ Dengan mempertimbangkan kesehatan dan keselamatan tim kami, kami memutuskan untuk menutup sejumlah toko di Amerika Serikat pada hari minggu,” tutur Apple pada 9to5Mac.
(Sumber: Cnet.com)

Dream - Protes warga di Portland, Oregon, Amerika Serikat karena kematian George Floyd, warga pria kulit hitam yang terbunuh oleh seorang polisi meledak. Sejumlah demonstrasi berlangsung dan berujung kerusuhan.
Sejumlah warga yang tak bertanggung jawab bahkan sampai merangsek masuk ke salah satu pusat perbelanjaan besar, Pioneer Place. Tempat ini merupakan lokasi gerai seperti Louis Vuitton, Starbucks, dan toko pakaian H&M.
Sebuah video viral di media sosial menampilkan penjarah yang merusak pintu kaca Louis Vuitton. Mereka mengambil dengan membabi buta barang-barang yang ada dalam toko tersebut.
Dikutip dari Pamplin, insiden yang terjadi pada 29 Mei 2020 ini membuat kota Oregon mencekam. Polisi akhirnya menembakkan gas air mata untuk mengendalikan penjarahan dan kerusuhan.
LV dijarah di sebuah mall Amerika pic.twitter.com/yZAOfYJFGn
— Don Adam (@DonAdam68)May 30, 2020
Dream - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengimbau warga Indonesia di Amerika Serikat untuk tenang serta tetap waspada dengan aksi demonstrasi yang diikuti kerusuhan dan penjarahan di negara tersebut.
Aksi demonstrasi di AS muncul setelah peristiwa kematian pria Afrika-Amerika bernama George Floyd yang saat ditahan polisi. Bermula di Minnesota, aksi demonstrasi kini menyebar hampir di seluruh negara bagian di AS.
Tak hanya aksi protes, di beberapa kota di AS mulai terjadi penjarahan yang menyasar sejumlah pusat perbelanjaan.
Menyikapi kondisi tersebut, Kemlu melalui akun Instagram @safatravel.kemlu mengeluarkan imbauan kepada masyarakat Indonesia di negara tersebut.
Pengelola akun Kemlu RI tersebut juga mengimbau kepada warga Indonesia untuk " Tidak keluar rumah untuk sementara waktu, yang juga sesuai dengan petunjuk Protokol Kesehatan di berbagai wilayah di AS, kecuali untuk keperluan yang sangat mendesak."
" Terus memantau pemberitaan dan mengikuti secara seksama petunjuk dan arahan yang dikeluarkan otoritas setempat," demikian seperti dikutip dari laman Instagram @safetravel.kemlu, Minggu (31/5/2020).
Kerusuhan akibat kematian George Floyd telah memaksa Gubernur Minnesota, Tim Walz untuk mengumumkan keadaan darurat dan mengaktifkan Garda Nasional Minnesota untuk pemulihan ketertiban.
Selain laporan adanya pengumuman status keadaan darurat di Minnesota, Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Michelle Bachelet juga menyampaikan desakannya kepada Pemerintah AS untuk segera mengambil " tindakan serius" guna menghentikan pembunuhan orang Afrika-Amerika yang tidak bersenjata.
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya