Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Rasa khawatir, gugup bahkan stres seringkali dialami anak-anak. Biasanya saat mereka harus menghadapi ujian di sekolah, bertanding atau saat akan tampil di depan banyak orang.
Sama seperti orang dewasa, mereka juga takut tak bisa melakukan yang terbaik dan gagal. Hal ini sangat wajar dan justru baik untuk melatih mentalnya. Sebagai orangtua tentu kita akan menenangkannya dengan berbagai cara.
Namun sebaiknya hindari pernyataan-pernyataan berikut saat menenangkan buah hati. Pasalnya, bisa jadi bumerang dan malah membuat mereka jadi lebih gugup. Apa saja?
- "Semuanya akan baik-baik saja, percaya mama"
Pernyataan ini sering kali dilontarkan pada mereka yang sangat gugup. Mereka yang mendengarkan tak akan merasa lebih tenang, bahkan malah lebih gugup karena takut mengecewakan jika gagal.
Lebih baik minta anak menarik napas panjang dan membuangnya secara perlahan. Pelukan hangat dan usapan lembut juga akan sangat membantu menurunkan level kepanikannya.
- "Tak ada yang perlu ditakutkan"
Kecemasan memicu alarm ketakutan di dalam pikiran dan tubuh anak. Alarm tersebut bersifat sebagai perlindungan. Dengan melontarkan hal tersebut malah akan menurunkan sensitivitas alarm yang dimilikinya dan mengabaikan emosi yang dirasakannya.
Tak masalah jika mengakui kalau anak merasa takut atau gugup. Katakan saja padanya "adek/ kakak takut dan gugup ya? Ibu juga pernah di posisi kakak, jadi bisa merasakannya, mau peluk?".
Hal terpenting adalah menyampaikan pada anak kalau rasa takut dan khawatir merupakan hal yang wajar dan manusiawi. Semua orang mengalaminya.
Ajarkan anak untuk menghadapi perasaan takut tersebut dengan cara yang sehat dan jujur, yaitu mengakui dan berusaha menurun level ketakutannya. Bukan menghilangkannya sama sekali.
Sumber: Pop Sugar
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari