Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Jalur Puncak Sepi (Liputan6.com/Achmad Sudarno)
Dream - Sejumlah hotel di Kabupaten Bogor memutuskan untuk tutup sementara waktu. Ini untuk mencegah semakin meluasnya infeksi virus corona.
Kondisi ini menyebabkan jalur puncak sepi. Hanya ada beberapa kendaraan yang melintas, terutama pada Sabtu dan Minggu kemarin.
" Hari Sabtu-Minggu kemarin juga sama, sepi, nggak macet, lancar dari bawah sampai atas," ujar Yusman yang tinggal di Citeko, Cisarua, Bogor, Jawa Barat.
Kondisi ini jauh berbeda dengan situasi normal yang selalu padat kendaraan. Baik yang melintas dari Bogor ke Cianjur maupun sebaliknya atau untuk berwisata.
" Kabar dari teman-teman saya di Jakarta juga mereka sementara ini memilih diam di rumah dulu sampai kondisi membaik," kata Yusman.
Penutupan tidak hanya terjadi pada hotel namun juga sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Bogor. " Sebagian hotel dan restoran mulai hari ini (Senin, 23 Maret 2020) tutup sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan," kata Wakil Ketua BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kabupaten Bogor, Boboy Ruswanto.
Boboy mengakui penutupan sejumlah hotel terjadi akibat dampak virus corona. Selain untuk pencegahan, tingkat okupansi hotel menurun drastis.
" Sejak awal Maret, okupansi hotel terjun bebas, 1 sampai dengan 5 persen. Karena kondisi ini kita inisiatif tutup sementara sampai kondisi membaik," kata dia.
Sumber: Liputan6.com/Achmad Sudarno
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang