Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Hwaeomsa, Kuil Buddha Tertua Korsel (Koreaherald.com)
Dream - Kuil Buddha di kaki Gunung Jirisan, Joella, Korea Selatan ini, bak surganya warisan kekayaan negara. Terdapat 4 aset penting Korsel yang tersimpan di dalamnya.
Hwaeomsa, kuil Buddha di antara Gunung Geumgangsan dan Gunung Hallasan ini dibangun oleh biarawan asal India. Kuil bersejarah ini sudah berdiri sejak abad ke-5, dan menawarkan pemandangan indah di setiap sisinya.
Dikutip dari Korea Herald, sejak dulu, warga Korsel sangat memuja kuil Hwaeomsa. Karena pemandangan pegunungan yang eksotis dan termasu dalam daftar 10 kuil yang mewakili idealisme Hwaom.
Kuil Hwaemosa didaftarkan oleh guru Buddhis terkenal, Uisang. Kuil ini dimanfaatkan tempat pendidikan dan sarana untuk mempromosikan agama Buddha.
Menurut catatan Yeongi, pembangunan kuil ini disempurnakan oleh Dinasti Silla yang memerintah Korea pada abad ke-7. Penyempurnaan bangunan kuit dijalankan di era Raja Moonmu.
© Hwaeomsa, kuil Buddha tertua Korsel (Koreaherald.com)
Di sekitar bangunannya tersimpan berbagai harta karun tersembunyi. Seluruhnya sudah dalam pengakuan negara sebagai aset berharga yang dilindungi
Lukisan Buddha yang mengantung di aula utama Hwaemosa, Daeungjeon, ditetapkan sebagai Harta Nasional No.1363. Sedangkan aula Gakhwangjeon terdaftar sebagai harta nasional No. 67.
Kemudian, di depan Gakhwangjeon, berdiri lentera batu setinggi 6,36 meter, sudah ditetapkan sebagai Harta Nasional No. 12. Batu yang memiliki alas berbentuk segi delapan dan mempunyai motif ukiran bunga di tengahnya ini, diperkirakan sudah ada sejak Dinasti Silla.
Cara pembuatannya cukup sulit dengan teknik pahat yang unik. Ini menjadikannya benda dari batu terbesar di Korea.
Di antara aset sejarah lainnya adalah Batu Pagoda, tiga tingkat singa empat, yang merupakan Harta Nasional No. 35.
Laporan : Delfina Rahmadhani
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?