Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Putri Brooke Hampton Menghitung Anggaran Rumah Tangga (Foto: Facebook BarefootFive)
Dream - Mencatat belanjaan, menyesuaikan anggaran belanja rumah dan pengeluaran merupakan aktivitas keuangan rumah tangga yang sangat penting. Biasanya 'pekerjaan' keuangan rumah ini diatur oleh ibu.
Namun tak demikian di rumah Brooke Hampton, seorang ibu asal Texas, Amerika Serikat. Perhitungan belanjaan rumah tangga justru dilakukan remaja putrinya yang berusia 13 tahun.
Setiap bulan sang putri menghitung pengeluaran bulanan dan mengatur uang untuk belanja kebutuhan rumah. Foto putrinya yang ssedang sibuk dengan kalkulator serta tagihan dan struk belanja di unggah Hampton di akun media sosialnya.
Rupanya hal itu membuatnya malah dicap sebagai ibu yang pemalas oleh beberapa followernya.
" Aku memposting anakku yang 13 tahun sedang melakukan perhitungan bulanan. Ia menangani belanja bulanan keluarga kami tiap bulannya. Aku kaget karena banyak pesan yang masuk mengatakan kalau ia terlalu kecil untuk tanggung jawab itu. Bahkan mereka melabeliku sebagai ibu yang malas, aku anggap itu sebagai 'pujian," tulis Hampton.
Meski mendapat respons negatif tapi Hampton tak peduli. Ia tetap menugaskan putrinya untuk mengatur anggaran rumah tangga tiap bulannya. Menurutnya justru hal tersebut akan melatih putrinya.
" Anak yang diperlakukan seperti seseorang yang mampu, maka mereka akan mampu. Ini semua bermula dari hal kecil. Saat balita ia ingin membantu Anda mencuci piring, meskipun akhirnya seperti tsunami," ungkap Hampton.
Ia mengatakan, meski orangtua seringkali frustrasi karena anak membuat kekacauan, menyelesaikan pekerjaan dengan lambat serta melakukan kesalahan, sebenarnya itu merupakan proses belajar jangka panjang. Anak sedang belajar keterampilan hidup yang sangat dibutuhkannya kelak.
" Perjuangan itu nyata, mengajarkan anak menjadi seorang dewasa bukan dimulai ketika mereka berusia 16 tahun saat mereka tak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri, justru dimulai ketika anak berusia 3 tahun ketika anak memberantaki ruang cuci piring," ungkap Hampton.
Bagaimana menurut, Sahabat Dream?
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha