Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Konferensi Pers IIHLEC 2016 (Foto: Ratih Wulan/Dream.co.id)
Dream - Pameran wisata halal mungkin sudah biasa digelar di berbagai tempat. Dimana para pengunjung dapat menggali informasi lebih banyak mengenai hotel syariah, restoran halal serta destinasi-destinasi yang menawarkan paket halal.
Berangkat dari semangat itu, Halal Lifestyle Center akan menggelar pameran serupa yang dikemas lebih lengkap dan mencakup 10 sektor. Tak hanya menyoroti pariwisata, namun akan membahas masalah makanan, fesyen, kosmetik, obat-obatan, pendidikan, seni dan masih banyak lainnya.
" Belum pernah ditampilkan bersama kan, kalau halal tourism itu baru satu sektor. Tapi Indonesia International Halal Lifestyle Expo and Conference ini mencakup halal lifestyle secara keseluruhan," terang Ketua Halal Centre, Sapta Nirwandar di Kementerian Perindustrian, Rabu, 28 September 2016.
Sapta berharap acara ini dapat mendorong kunjungan wisatawan mancanegara untuk datang. Seperti misalnya, para pelaku bisnis halal yang akan datang untuk mengupas Halal Lifestyle: Global Trend and Business Opportunity yang akan mendatangkan Winai Dahlan dari Thailand.
Winai Dahlan merupakan pendiri dan Direktur Halal Science Center Chulalongkorn University sekaligus cucu dari pendiri Muhammadiyah, Ahmad Dahlan.
" Bisa dibilang ini juga meningkatkan jumlah MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) halal," imbuhnya.
Sejauh ini juga telah dipastikan bahwa minat dari luar negeri sangat besar. Hal itu terlihat dari berbagai produsen makanan luar negeri yang akan turut berpartisipasi.
" Makanan dari Korea atau Thailand jadi ini menunjukkan kalau publikasi dan awarness juga tinggi. Kita buat kemasan lebih menarik, jangan dibuat kaku dan ditambah-tambahin (Islam) jadi menakutkan," tegas Sapta.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun