5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi (Foto: Travelplusindonesia.blogspot.com)
Dream - Kementerian Pariwisata kian serius menggarap pasar wisata halal. Hal itu diungkapkan Staf Ahli Bidang Kemaritiman Kemenpar, Syamsul Lussa yang melihat potensi besar dari berbagai negara di Eropa, Timur Tengah dan Asia.
Merujuk dari data terakhir, Syamsul mengungkapkan ada 12 negara yang menyumbangkan angka kunjungan tertinggi ke pasar wisata halal nusantara. Dari Timur Tengah tercatat ada Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar dan Kuwait. Sedangkan wisman Eropa kebanyakan datang dari Rusia, Inggris, Jerman dan Prancis.
" Kalau dari Asia ada Malaysia, Singapura, Tiongkok dan India," sebut Syamsul saat ditemui di Indonesia International Halal Lifestlye Expo and Conference di Ciputra Artpeuner Jakarta, Kamis, 6 Oktober 2016.
Ditambahkan Ketua Tim Percepatan dan Pengembangan Pariwisata Halal, Riyanto Sofyan, wisatawan muslim paling banyak datang dari Eropa dan Asia. Sedangkan dari Timur Tengah terdapat warga Arab Saudi yang tercatat sebagai negara paling banyak mengunjungi Indonesia.
" Mereka outbond bisa habis 10 juta. Saat ini, orang-orang Timur Tengah sebenarnya lebih suka ke Eropa karena lebih cepat dan dekat. Makanya di Italia ada pantai halal kan," terangnya.
Dilihat dari kecenderungan wisman yang datang, 60 persen wisatawan muslim lebih tertarik untuk mengeksplorasi wisata budaya. Dimana terbagi lagi menjadi wisata kuliner dan belanja yang berhasil menarik kunjungan sebesar 45 persen. Kemudian disusul wisata sejarah dan religi sebesar 20 persen.
Sedangkan potensi wisata alam berhasil menarik kunjungan sebesar 35 persen. Lalu ada wisata kota dan desa berhasil menarik perhatian wisatawan asing di angka 35 persen. " Untuk top pasar yang dikunjungi ada Jabar, Jatim, Jateng, Jakarta dan Sulawesi Selatan," imbuhnya.
Ke depan, untuk semakin meningkatkan branding wisata halal Kemenpar berkomitmen untuk meningkatkan daya tarik. Terutama dengan meningkatkan amenitas berupa restoran dan hotel.
Sejauh ini, permasalah sertifikasi halal pada berbagai produk wisata menjadi kendala yang belum tuntas mereka selesaikan. Sehingga masih akan menjadi tugas berat bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor industri halal.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?