5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi (Sumber: Phinemo.com)
Dream - Kementerian Pariwisata tengah gencar mempromosikan brand Wonderful Indonesia ke kancah internasional. Beberapa negara menjadi target utama promosi, dan salah satunya adalah Tiongkok.
Wisatawan Tiongkok dianggap menyimpan potensi besar dalam jumlah kunjungan ke luar negeri. Menteri Pariwisata Arief Yahya optimistis, dengan beragam strategi yang dijalankan, wisatawan asal Tiongkok akan segera membanjiri Indonesia.
" Setelah pertemuan kedua presiden, segera saya tindak lanjuti. Saya ketemu Menpar China tiga kali, ketemu untuk membahas hal-hal strategis," ungkap Arief Yahya di Jakarta
Dari pertemuan itu disepakati beberapa hal diantaranya dibangun sebuah kerjasama antara Indonesia dan Tiongkok untuk mendukung jalur sutera. Dalam rencana ke depan, Indonesia akan membuat jalur Laksamana Cheng Ho yang melewati 10 kota.
" Untuk pertama kali kita sudah buat di Batam dan itu sangat menarik perhatian mereka. Kami buat promosi acara di Batam tidak besar tapi biaya promosi saya buat 10 kali lipat dari biaya event," imbuh Menpar.
Arief Yahya tak menyangka hal tersebut menjadi perhatian besar di Tiongkok. Sehingga mampu mengantar Indonesia untuk pertama kalinya menjadi trending topic di Negeri Tirai Bambu.
" Saya jadi confident dalam menyambut turunnya wisman China ke Malaysia itu direspon baik dua negara yaitu Thailand dan Indonesia. Tapi memang harus diakui 2015 masih banyak yang pindah ke Thailand. Growth ke sana sekitar 30 persen dan yang ke Indonesia hanya 20 persen saja," tutup Arief Yahya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
