Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Hong Kong kembali dinobatkan sebagai kota dengan sistem transportasi publik terbaik. Laporan ini dipublikasikan oleh Arcadis, salah satu grup konsultan desain yang merilis Sustainable Cities Mobility Index 2017.
Sistem penjurian melibatkan 100 kota dari seluruh dunia. Kota tersebut kemudian dinilai berdasarkan 23 indikator dengan membaginya ke dalam tiga kategori, yakni People (Keamanan, Akses, Pengemudi, Pemeliharaan), Planet (Rekor Lingkungan, Kemacetan, Keterlambatan, Infrastruktur, Polusi), dan Profit (Finansial Publik, Keterjangkauan, Kesehatan Ekonomi).
Tak diduga, Hong Kong meraih posisi pertama, disusul dengan kota lain seperti Zurich, Paris, Seoul dan Praha. Kendati merupakan salah satu kota paling padat penduduk di dunia, Hong Kong mampu menyediakan transportasi publik yang efektif mengangkut lebih dari 7 juta penduduk setiap harinya. Transportasi yang dijalankan terdiri dari MRT, bus, ferry hingga pesawat.
Selain Hong Kong, ada beberapa kota lainnya di China yang juga mencetak urutan tinggi. Ada Beijing (16), Shenzen (19), Shanghai (27), Guangzhou (33), Macau (39), Chengdu (50), Wuhan (68) dan Tianjin (70).
Kota lain yang juga berhasil meraih posisi teratas kebanyakan berasal dari negara belahan Eropa dan Amerika. Sementara kota dari Benua Afrika banyak terdapat di daftar terbawah.
(Sumber: shanghaiist.com/Annisa Mutiara Asharini)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang