Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Santan Kemasan Yang Lebih Tahan Lama Foto: Shutterstock
Dream - Masakan Indonesia memang memiliki beragam cita rasa karena beragamnya bumbu serta bahan masakan yang digunakan. Salah satu bahan populer yang digunakan pada banyak hidangan Indonesia adalah santan.
Dapat dikombinasikan menjadi banyak hidangan, santan ternyata merupakan bahan olahan yang tidak dapat bertahan lama. Menurut food blogger dan Chef Kushandari Arfanidewi, bahan makanan yang terbuat dari perasan daging kelapa yang sudah tua ini cenderung lebih sensitif
“ Kalau kita ngomongin susu kelapa, santan itu salah satu yang paling sensitif. Kalau yang namanya santan sehari aja mungkin juga beberapa kali kulkasnya dibuka tutup sore udah basi lagi,” ujar food blogger yang biasa disapa Kinci ini dalam acara Virtual Gathering 'Kejutan Seru Dibalik Santan Kemasan’ Kamis 29 April 2021.
Sensitivitas santan kelapa ini disebabkan oleh kadar pH serta protein yang cukup tinggi sehingga santan cepat basi ketika kontak dengan udara atau bakteri dari luar. Namun dengan teknologi pengemasan santan yang inovatif, produk ini dapat bertahan lebih lama bahkan setelah digunakan.
Memproses santan dengan teknolog Ultra High Temperature (UHT) perusahaan pengemasan serta pemrosesan makanan dan minuman, Tetra Pak Indonesia menyajikan santan dalam kemasan yang lebih awet sehingga aman untuk digunakan.
Panji Cakrasantana, Marketing Manager, Tetra Pak Indonesia menuturkan santan yang diproses dengan UHT biasanya dipanaskan dengan suhu 144 derajat celcius dalam waktu 4 detik. Proses ini bertujuan untuk membunuh mikroorganisme atau bakteri jahat sehingga umur simpan produk santan dalam kemasan ini menjadi lebih lama.
" Jadi produk santan kelapa ini usia simpannya lebih tahan lama tanpa mengurangi nutrisi serta tekstur santan secara alami," tutur Panji dalam kesempatan yang sama.
Setelah dipanaskan dengan teknologi UHT, santan kelapa ini kemudian dimasukkan ke dalam kemasan aseptik dari Tetra Pak yang terdiri dari 6 lapisan yang dapat melindungi cairan santan dari sinar matahari serta kontak udara secara langsung
Secara khusus, kemasan aseptik ini memiliki lapisan luar yang berfungsi untuk menjaga produk dari kelembapan serta lapisan alumunium foil yang memproteksi produk dari cahaya serta oksigen atau udara yang dapat merusak produk.
Kemasan santan yang telah dibuka biasanya akan bertahan selama satu bulan di lemari pendingin, tetapi dengan catatan kemasan santan tetap ditutup dengan rapat agar tidak terkontaminasi oleh udara.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya