5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Sustainable And Ethical Fashion Show (Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream)
Dream - Sustainable and Ethical Fashion Show meramaikan gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) pada Kamis, 14 November 2019. Sebanyak 13 desainer membuka parade pertama dengan koleksi busana muslim.
Mereka adalah Vivi Zubedi, Saffana, Itang Yunasz, Rosie Rahmadi, Tuty Adib, Wad Studio, Wignyo Rahadi, Alvy Oktrisni, Dian Pelangi, Irmaintan, Neera Alatas, Defika Hanum dan Irna La Perle Heritage.
Berkolaborasi dengan Indonesia Fashion Chamber (IFC), para desainer mengangkat isu global yang diolah dengan konsep Sustainable & Ethical Fashion.
Seperti diketahui bahwa industri fashion menyumbang 20 persen limbah global dan 10 persen emisi gas karbon yang buruk bagi lingkungan.

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream
"Konsumen sudah mulai memperhatikan keputusannya dalam membeli pakaian guna menciptakan lingkungan yang lebih baik. Ethical fashion inilah yang dibuat dengan memperhatikan seluruh siklus dan metode produksi hingga etika kerja dan pengelolaan lingkungan," ujar Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis 14 November 2019.
Berangkat dari isu tersebut, para desainer mempersembahkan koleksi fashion ramah lingkungan yang sejalan dengan syariat Islam.
Pemilihan bahan dipastikan tidak mencemari lingkungan seperti bahan katun, pewarna alam hingga teknik zero waste dan cycling method.
Sebagai pembuka, Vivi Zubedi membawa koleksi 'The Purun' yang memakai kain khas Banjarbaru. Kain diolah menjadi delapan set busana muslimah yang kaya akan ornamen tradisional seperti topi dan tas anyaman serta tikar.

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream
Disusul oleh busana earthy tone nan elegan Rosie Rahmadi, warna-warni ceria Dian Pelangi sampai nuansa rock n roll dari Difika Hanum yang membawa hijab monokrom.

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream
Sebagai pamungkas, Irna Mutiara menyulap tenun Garut menjadi kebaya modern ramah lingkungan.
" Karena mengusung sustainable fashion, saya memakai payet berbahan baku recycle dan glass beads dari Jombang.

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream
Sustainable and Ethical Fashion Show akan akan terus dihelat hingga 15 November 2019 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC).
Masih ada 64 desainer muslim yang akan menampilkan karya fashion ramah lingkungan di perhelatan ini.

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?