5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Lombok, NTB (Foto: Ohfact.com)
Dream - Dua penghargaan dari World Halal Travel Awards (WHTA) 2015 yang didapatkan Lombok yaitu World's Best Halal Tourism Destination dan World's Best Halal Honeymoon Destination, ternyata memberi dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan wisatawan Lombok di tahun 2016. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), L.M Fauzal, mengatakan bahwa tahun ini Lombok bahkan tidak mengenal low season.
Katanya, terjadi anomali di tahun 2016. Apabila di tahun-tahun sebelumnya Lombok mengalami low season pada awal tahun dan pada saat bulan suci Ramadan, tahun ini hal tersebut tidak terjadi.
" Tahun ini kita penuh terus, luar biasa berkat promosi Kemenpar (Kementerian Pariwisata) juga," ujar L.M Fauzal dikutip dari situs Kemenpar, Pesonaindonesia.travel, Kamis 25 Agustus 2016.
Dengan demikian, L.M Fauzal optimistis bahwa target 3 juta wisatawan Lombok untuk tahun 2016 akan terpenuhi. Dari angka 3 juta tersebut, baik wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman) masing-masing diharuskan menyumbang angka 1,5 juta.
" Dari data BPS yang kita peroleh, sampai bulan Juli ini saja sudah mencapai angka 2,2 juta wisatawan. Penyumbang terbanyak adalah wisnus, tertolong dari event-event MICE seperti Hari Pers Nasional dan MTQ Nasional yang baru saja kami laksanakan. Bahkan, penyelenggaraan MTQ tersebut dinilai sebagai MTQ yang terbaik," lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, L.M Fauzal juga menjelaskan bahwa dalam branding, Lombok dan Sumbawa kini sudah dipisahkan karena keduanya tidak mungkin maju bersama-sama. Diakuinya terdapat disparitas, namun Sumbawa tidak akan ditinggal sehingga daerah ini kelak juga akan mendapatkan branding baru.
" Branding baru untuk Lombok sudah kami tentukan yaitu " Friendly Lombok" , untuk Sumbawa belum ada nanti kita buat FGD ya. Kami dahulukan Lombok karena Kemenpar menargetkan Lombok sebagai destinasi prioritas," katanya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?