Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sembalun, Lombok (Foto: Harryhermanan.blogspot.com)
Dream - Pasca Indonesia menyapu bersih 12 nominasi WHTA 2016, Pulau Lombok semakin menasbihkan diri sebagai destinasi wisata halal dunia. Tiga wakil Lombok di ajang World Halal Tourism Award (WHTA) 2016 yakni Novotel Lombok Resort and Villas untuk kategori world's best halal beach resort, www.wonderfulllomboksumbawa.com untuk kategori world's best halal tourism website, dan Sembalun Village Region untuk kategori World's best halal honeymoon destination keluar sebagai jawara.
Penghargaan ini semakin memantapkan posisi Lombok yang tahun sebelumnya juga meraih penghargaan serupa. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nusa Tenggara Barat, Mohammad Faozal mengatakan, keberhasilan NTB menjadi jawara membuktikan bahwa masyarakat mendukung penuh branding halal yang terus digencarkan Pemprov NTB.
Tahun lalu saja, predikat jawara itu sudah membuat Lombok banyak dikunjungi wisman, terutama mereka yang berasal dari Malaysia. Tahun ini hampir bisa diperkirakan akan lebih optimis lagi.
" Ini berkat Kementerian Pariwisata dibawah kepemimpinan Pak Arief Yahya yang terus mendorong Lombok menjadi pionir bagi daerah-daerah lain di Indonesia dalam mengembangkan konsep wisata halal. Perhatian Kemenpar dan perintah Kemenpar pada kami membuat Lombok akan terus menerus mendorong konsep gaya hidup halal dari sisi kekuatan, dan daya tarik dari destinasi yang ada," ungkap Faozal melalui keterangan pers tertulis.
Lebih lanjut Faozal mengatakan, NTB secara sistematik terus mengembangkan sejumlah faktor pendukung kehadiran wisata halal mulai dari sisi industri, kebijakan pemerintah daerah, hingga promosi. Sembalun misalnya, meski hanya sebuah desa kecil tapi mampu menghentak panggung dunia sebagai destinasi bulan madu halal terbaik di dunia.
Karakter Sembalun yang mengedepankan homestay-homestay berbasis tak lepas dari pemetaan akan karakteristik masing-masing segmen pasar. " Di sana tidak mungkin kita kembangkan hotel berbintang di Sembalun karena memang karakter destinasinya homestay dan hotel-hotel biasa yang ramah terhadap pasarnya," lanjutnya.
Untuk diketahui, Indonesia sendiri berhasil memenangkan 12 dari 16 kategori yang diperlombakan di ajang World Halal Tourism Award (WHTA) 2016 di Abu Dhabi, UEA, 24 Oktober-25 November 2016. Kemenangan ini tentu saja membawa dampak yang cukup besar untuk industri pariwisata domestik. Dimana label World's Best Halal mendongkrak rasa percaya diri masyarakat lokal, kepercayaan wisatawan asing dan semakin mendekatkan pariwisata Indonesia ke standar global.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun