Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Bayi Sehat
Dream - Bagi Sahabat Dream yang memiliki bayi di bawah 6 bulan, sering-seringlah menjemurnya. Menjemur di pagi hari sangat baik untuk si Kecil.
Tubuh bayi menjadi lebih hangat, juga merangsang rasa haus sehingga terdorong untuk minum air susu ibu (ASI). Bayi yang rutin terpapar sinar matahari pagi, dapat mengurangi risiko kekurangan vitamin D.
" Meskipun di dalam tubuh bayi telah terdapat vitamin D, tetap diperlukan sinar matahari untuk menjadi vitamin yang aktif," ujar dr Alvin Nursalim dari Klik Dokter.
Pada bayi yang baru lahir, sangat perlu terpapar ultraviolet B (UVB) dari sinar matahari. Hal ini demi merangsang produksi vitamin D lebih banyak, guna mendukung pertumbuhannya.
" Bayi jangan sampai kekurangan vitamin D. Jika kekurangan, tulang dan gigi si kecil menjadi rapuh dan berisiko mengalami rakitis," kata Alvin.
Rakitis merupakan pertumbuhan tulang yang tidak normal, berbentuk O atau X. Tak hanya itu, malas menjemur bayi di pagi hari bisa menyebabnya nyeri tulang, masalah gigi, dan meningkatkan kecenderungan patah tulang.
Lalu bagaimana dengan bayi kuning? Banyak yang menganggap bayi kuning akan segera teratasi jika menjemurnya secara rutin, hal ini kurang tepat.
" Kondisi ini memerlukan penanganan khusus, yakni dengan penggunaan terapi sinar," kata Alvin.
Tak hanya itu, bayi juga harus dipantau rutin oleh dokter anak dan suster khusus selama 24 jam jika menjalani terapi sinar. Jika tak ditangani dengan tepat bisa mengalami gangguan saraf.
Laporan Aditya Eka Prawira/ Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?