Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Anak-anak Di Sekolah (Foto: Shutterstock)
Dream - Guru dan sekolah memang sangat berperan dalam meningkatkan kemampuan akademik anak. Namun hal yang tak kalah penting adalah peran aktif orangtua di rumah. Penting bagi orangtua berusaha memahami bagaimana perasaan anak mereka tentang lingkungan sekolah mereka, para guru, dan teman sebayanya.
Setiap aspek berkontribusi untuk memunculkan motivasi dan pengalaman belajar anak. Hal ini tentu akan sangat mempengaruhi sikap anak di sekolah dan membentuk sudut pandangnya terkait pendidikannya sendiri terhadap pembelajaran dan pendidikan itu sendiri.
Para guru sebenarnya sangat berharap orangtua bisa bekerja sama, bukan hanya dalam aspek akademik anak tapi juga secara keseluruhan. Yaitu bersama-sama membangun kepribadian dan mental anak baik saat di sekolah dan di rumah secara berkesinambungan.
Untuk itu ada dua hal yang sebenarnya harus dipahami para orangtua terkait pendidikan anak.
1. Orangtua adalah teladan utama anak
Sikap anak di sekolah bisa jauh berbeda saat ia berada di rumah. Hal ini bisa jadi karena banyak faktor, salah satunya karena penerapan pola asuh yang kurang tepat. Banyak orangtua terkaget-kaget saat tahu anaknya membuat ulang di sekolah padahal di rumah ia menjadi anak manis.
Jangan langsung menyalahkan pihak sekolah atau pergaulan anak. Orangtua juga harus terlibat aktif dalam perkembangan sosial dan emosi buah hatinya. Ingat, orangtua lah yang mereka paling berpengaruh pada kehidupan anak.
2. Displin bukan tentang membuat ketakutan tapi menghargai
Banyak orangtua yang menganggap disiplin harus diterapkan dengan penuh pemaksaan bahkan kekerasan. Padahal lebih dari itu, disiplin merupakan bentuk menghargai orang lain dan ini harus diajarkan di rumah. Pulang telat, harus memberi kabar.
Pergi dari rumah, memberi salam. Anak-anak pun akan terbiasa melakukannya. Saat di sekolah, mereka akan lebih mudah beradaptasi dengan aturan dan lebih disiplin.
Sumber: Huffingtonpost
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari