Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Seringkali orangtua terlalu fokus dengan meningkatkan kemampuan akademik anak. Setelah sekolah, anak lalu les matematika, bahasa Inggris, serta aktivitas lainnya.
Anak jadi disibukkan dengan jadwal yang padat dan fokus pada dirinya sendiri. Orangtua lupa kalau anak juga membutuhkan panduan dan jeda waktu untuk mengasah keterampilan sosialnya.
Keterampilan sosial kerap dianggap sebagai keterampilan bawaan yang akan dipelajari anak-anak secara alami, seperti belajar berjalan, atau belajar berbicara.
" Padahal, keterampilan sosial merupakan sesuatu hal yang kompleks, melibatkan empati, emosi dan contoh dari lingkungan yang anak lihat sehari-hari," ujar Dayna Abraham, seorang pakar pendidikan anak usia dini, seperti dikutip dari LemonLime.
Apa yang terjadi ketika seorang anak tidak mampu atau kesulitan dalam hal bersosialisasi? Ia bisa jadi pribadi yang egois, sulit beradaptasi dan empatinya tidak berkembang.
" Orangtua harus jadi garda terdepan untuk mengajarkan kemampuan sosial anak. Caranya dengan membangun komunikasi, meminta dan mendengarkan pendapat anak, mencontohkan bagaimana bersikap di depan orang lain, orang yang lebih tua atau orang yang baru dikenal," ungkap Abraham.
Ajak anak untuk menghadapi berbagai situasi. Menyapa orang lain, berkenalan dan berbicara dengan sopan. Sesekali libatkan anak untuk mengantre di kasir, minta ia bersabar dan menyerahkan uang pada kasir. Pengalaman akan sangat mengena bagi anak.
" Ada kalanya anak tak mau sama sekali berinteraksi, kesabaran orangtua memang diperlukan untuk memahami kondisi tersebut. Hal itu sangat wajar di mana anak merasa tak nyaman dengan adanya orang lain," kata Abraham.
Bisa juga membacakan buku pada anak yang berisi cerita pertemanan, berkenalan dengan orang baru, atau cerita lain yang bertema keterampilan sosial. Semacam memberi gambaran pada anak situasi sosial yang bakal dihadapinya kelak dan bagaimana harus bersikap.
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym


5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?