Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
(Foto: Shutterstock)
Dream - Sering mengalami masalah di area Miss V? Kemungkinan, Sahabat Dream sedang melakukan sedikit kekeliruan dalam menjaga kesehatan area intim. Salah satunya yang terkait dengan cara memilih celana dalam.
Memilih pakaian dalam kerap diremehkan oleh sebagaian besar wanita. Padahal, asal memilih underwear dapat menyebkan infeksi vagina.
Infeksi muncul disebabkan oleh mikroba seperti bakteri dan jamur. Penyakit pada miss V ini, biasa disertai gejala tidak nyaman seperti gatal, bau busuk, keputihan, dan lain-lain.
Area Miss V memang rentan terhadap infeksi mikroba. Itu karena hampir sepanjang waktu kondisinya lembab dan tidak mendapat ventilasi yang baik.
Jika infeksi pada vagina tidak ditangani dengan baik, dapat menyebabkan sejumlah masalah. Mulai dari infeksi saluran kemih hingga kanker rahim.
Dilansir dari Boldsky, 21 November 2017, berikut adalah kesalahan-kesalahan yang menyebabkan terjadinya infeksi pada miss V.

1. Berhari-hari
Salah satu penyebab utama terjadinya infeksi pada vagina adalah karena kebiasaan buruk memakai celana dalam yang sama selama beberapa hari.
Cairan yang keluar dan menempel pada celana dalam akan menjadi tempat berkembang biak mikroba, sehingga menyebabkan infeksi.
2. Ganti setelah olahraga
Selalu disarankan untuk mandi dan ganti celana dalam setelah berolahraga. Sebab, keringat yang terkumpul di celana dalam bisa menyebabkan infeksi pada vagina.
3. Jenis `thong`
Thong akan terasa lebih ketat dibandingkan dengan celana dalam reguler. Thong begitu menempel pada bagian intim wanita hingga menyebabkan banyak gesekan. Hal ini bisa mengakibatkan terjadinya infeksi.
....
© Dream
4. Bahan polyster
Memakai celana dalam yang terbuat dari kain polyster , seperti renda, satin, dan lain-lain, seringkali, bisa menyebabkan infeksi.
Itu karena kain jenis ini dapat mengiritasi kulit vagina yang terkenal sensitif. Pilihlah celana dalam berbahan kain katun yang lembut untuk pemakaian sehari-hari.
5. Salah ukuran
Jika celana dalam terlalu ketat, akan membuat ruang bagi vagina untuk 'bernapas' menjadi berkurang. Akibatnya area Miss V akan cepat berkeringat sehingga bisa menyebabkan infeksi pada area tersebut.

6. Salah deterjen
Meski terlihat tidak ada kaitan sama sekali, tapi disarankan untuk memilih deterjen organik. Dterjen seperti itu sedikit mengandung bahan kimia dan pewangi. Ini akan mengurangi terjadinya iritasi dan infeksi pada vagina.
7. Terpapar debu
Pastikan untuk menyimpan celana dalam di dalam lemari dengan memasukkannya ke dalam tas terpisah. Jika membiarkannya di dalam lemari, debu dan mikroba bisa terkumpul di dalam celana dalam, dan akibatnya bisa ditebak. (ism)
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa