Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jeruk Nipis/ Shutterstock
Dream – Menjaga kebutuhan konsumsi ibu hamil sangat penting dilakukan. Seperti memilih makanan yang bernutrisi dan bergizi baik agar kandungan tetap sehat. Mungkin Sahabat Dream pernah mendengar peringatan agar ibu hamil sebaiknya menghindari jeruk nipis karena bisa memicu keguguran.
Ternyata hal itu hanyalah mitos. Dikutip dari Sehatq.com, menggugurkan kandungan dengan jeruk nipis ini belum ada bukti ilmiah dan tidak jelas kebenarannya. Sebuah jeruk nipis yang mengandung 20-30 mg vitamin C yang justru dapat membantu menurunkan tekanan darah, melawan peradangan, dan menciptakan kolagen.
Sementara, dosis vitamin C yang disarankan untuk ibu hamil adalah sekitar 85 mg per hari, dengan batas konsumsinya hanya 2000 mg per hari. Lalu apa jadinya jika jeruk nipis ini dikonsumsi ibu hamil secara berlebihan?
Jika ibu hamil mengalami riwayat asam lambung, maag, atau alergi terhadap buah-buahan sitrus, bisa jadi muncul masalah pencernaan seperti berikut dan buka keguguran.
© Dream
1. Kenaikan asam lambung
Naiknya asam lambung dapat menyebabkan gejala berupa sensasi panas di dada (heartburn), nyeri ulu hati, sulit menelan, dan mulut terasa asam atau pahit. yang bisa mengganggu kenyamanan ibu hamil.
2. Mulas dan diare
Jika dibiarkan, diare berpotensi memicu dehidrasi yang bisa membahayakan ibu hamil serta janin. Segera periksakan diri ke dokter apabila mengalaminya.
3. Kram perut
Rasa nyeri hingga sakit yang menusuk-nusuk di perut ini akan membuat ibu hamil tidak nyaman dan mengkhawatirkan.
4. Mual muntah
Jeruk nipis dapat merangsang produksi asam lambung lebih banyak sehingga memperparah mual dan muntah.
5. Gigi berlubang
Banyaknya asam pada jeruk nipis dapat mengikis enamel gigi. Untuk menghindarinya, berkumurlah setelah mengonsumsnya. Kondisi ini dapat membuat ibu hamil merasa tidak nyaman dan terganggu. Maka dari itu, konsumsi jeruk nipis dan sumber-sumber vitamin C lainnya harus secara wajar untuk menghindari hal-hal yang bisa mengganggu aktivitas.
Laporan Yuni Puspita Dewi
© Dream
Dream - Mengalami pendarahan saat hamil merupakan salah satu gejala keguguran. Untuk itu, ibu hamil yang mengalami pendarahan cukup banyak, harus segera melakukan pemeriksaan ke dokter demi kondisi kesehatan diri dan janin.
Pada beberapa kondisi, keguguran terjadi tanpa adanya pendarahan. Dalam beberapa kasus, janin meninggal tetapi rahim tidak kosong, dan seorang ibu hamil tidak akan mengalami pendarahan.
Beberapa dokter menyebut jenis keguguran ini sebagai keguguran yang terlewat. Kehilangan tersebut mungkin tidak diketahui selama berminggu-minggu, dan beberapa ibu hamil tidak mencari pengobatan.
Menurut American Pregnancy Association, sebagian besar keguguran terjadi dalam 13 minggu pertama kehamilan. Meskipun diperkirakan 10–25 persen dari semua kehamilan yang diketahui berakhir dengan keguguran, keguguran pada trimester kedua sangat jarang terjadi.
© Dream
Beberapa ibu hamil tidak memiliki gejala eksternal keguguran. Ketika keguguran terjadi, seorang ibu mungkin hanya memiliki sedikit tanda-tanda kehamilan, yang dapat mempersulit identifikasi kehilangan tersebut.
Perubahan tanda-tanda kehamilan dari waktu ke waktu adalah hal yang wajar, terutama pada masa transisi dari trimester pertama ke trimester kedua. Perubahan ini biasanya tidak mengindikasikan keguguran.
Beberapa tanda peringatan keguguran tanpa pendarahan meliputi:
- penurunan tanda kehamilan secara tiba-tiba
- tes kehamilan yang menunjukkan hasil negatif
- mual, muntah, atau diare
- sakit punggung
- gerakan janin mungkin terasa lambat atau berhenti
© Dream
Dokter mungkin juga mencurigai adanya keguguran karena indikasi lain, seperti penurunan kadar hormon kehamilan atau penurunan yang tidak biasa pada tanda-tanda kehamilan lainnya.
Tes darah dapat menentukan kadar hormon, yang dapat membantu menilai kemungkinan keguguran. Untuk mendiagnosis keguguran secara meyakinkan, dokter harus melakukan USG untuk memeriksa detak jantung. Untuk itu sangat penting melakukan pemeriksaan kehamilan dengan rutin demi memantau kesehatan janin secara lebih detail.
Sumber: MedicalNews Today
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha