Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Pemeriksaan Kehamilan (Foto: NPR)
Dream - Air ketuban merupakan 'rumah perlindungan' bagi janin. Fungsinya sangat banyak, yaitu melindungi janin dari guncangan, mencegah tali pusat tertekan yang bisa mengurangi suplai oksigen, menjaga suhu dalam rahim tetap konstan, mencegah infeksi serta membantu perkembangan sistem pencernaan dan pernapasan.
Dengan sederet fungsi tersebut, air ketuban tentunya berperan sangat besar terhadap perkembangan janin. Jika jumlahnya sangat rendah, perkembangan janin bisa terhambat. Karena itu selama kehamilan, dokter kandungan akan selalu memeriksa level air ketuban.
" Melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) akan telihat jelas level air ketuban, jika kurang atau berlebihan memang bisa menimbulkan masalah," ujar Anantha James, seorang dokter obstetri dan ginekologi.
Air ketuban sendiri diproduksi secara alami oleh tubuh ibu dan janin melalui sebuah siklus. Selama 14 minggu pertama kehamilan, cairan berpindah dari sistem peredaran darah ibu ke dalam kantung ketuban.
Pada awal trimester kedua, janin akan mulai menelan cairan, menyebarkannya melalui ginjal, dan mengeluarkannya sebagai urine. Janin kemudian menelan kembali air tersebut. Siklus ini membuat volume air ketuban tetap stabil dan sesuai dengan kebutuhan bayi.
" Janin memainkan peran penting dalam menjaga jumlah cairan dalam kantung ketuban. Tapi ada kalanya siklus tak berjalan baik, level ketuban sangat kurang dan bisa membahayakan janin," ujar James.
Kondisi air ketuban yang sangat sedikit disebut oligohydramnios. Kondisi ini harus dipantau secara intensif. Risiko yang mungkin muncul adalah janin tidak berkembang secara normal dalam rahim. Sistem pencernaan dan pernapasannya bisa terganggu. Lalu ketika melahirkan, ibu bisa mengalami komplikasi.
" Jika level air ketuban dirasa sangat sedikit, dokter kemungkinan besar akan merekomendasikan prosedur operasi caesar. Tapi hal ini jika usia kehamilan sudah memasuki usia 38 minggu atau lebih," kata James.
Untuk itu selalu konsultasikan secara intensif jika level air ketuban Anda saat hamil sangat sedikit. Nantinya dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menentukan tindakan terbaik bagi ibu dan bayi.
Sumber: Baby Center
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012