Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Kain Pel (Foto: Shutterstock)
Dream - Selama karantina di rumah, salah satu hal yang sering dilakukan adalah membersihkan dan mengepel rumah. Kain pel yang terlalu sering digunakan akan cepat rusak dan mengandung bakteri, karena kain pel bersifat lembab. Disarankan untuk mengganti kain pel maksimal 4-5 bulan sekali.
Saat ini pemerintah melarang masyarakat untuk berpergian ke tempat ramai, dan melakukan social distancing. Jika sulit bagi Sahabat Dream untuk membeli kain pel baru ke supermarket atau toko-toko peralatan rumah, bikin saja sendiri di rumah
Mulai dari kaus bekas, kaus kaki, kain perca yang bisa didaur ulang dan dapat digunakan kembali untuk membuat kain pel. Berikut cara membuat DIY (do it yourself) kain pel.
© Dream
Cara membuatnya:
- Pangkas lengan baju dan potong sisi-sisinya
- Ambil kayu yang anjang
- Bungkus ujung tongkat dengan t-shirt, biarkan bagian yang panjang menggantung dari tongkat
- Ikat kaos dengan tali dan potong bagian yang menggantung menjadi potongan yang lebar
- Celupkan tongkat ke dalam air sehingga ujung kaos yang menggantung terendam, pel siap digunakan
© Dream
Cara membuatnya:
- Rendam kaus kaki bulu ke dalam campuran air, cuka putih, dan minyak esensial
- Peras untuk mengeringkan air yang menetes berlebihan
- Ambil wiper dan tutup dengan kaus kaki yang basah tersebut
© Dream
Cara membuatnya:
- Potong pinggiran handuk yang keras
- Potong handuk menjadi potongan lebar dan ikat potongan menjadi satu dengan tali
- Ikat strip pada tongkat dengan erat
Selain bermanfaat untuk membersihkan rumah, mendaur ulang barang-barang tersebut juga baik untuk lingkungan, karena mengurangi penumpukan sampah.
Laporan Raissa Anjanique/ Sumber: Times of India
© Dream
Dream - Selama karantina mandiri dan di rumah saja sepanjang pandemi Covid-19, bersih-bersih rumah harus dijadikan agenda wajib. Hal ini karena kesehatan seluruh anggota keluarga sangat bergantung kebersihan rumah.
Selama ini mungkin Sahabat Dream sudah melakukan disinfektan pada beberapa bagian rumah. Nah, jangan lupaka area kamar mandi, terutama kepala shower yang kita gunakan setiap hari.
Endapan air dan sel-sel kulit berbaur dengan sabun di kondisi lembap kamar mandi. Hal ini membuat jamur, kuman dan bakteri mudah berkembangbiak. Selain itu, endapan air juga dapat menurunkan permukaan dan merusak barang di kamar mandi.
Seperti keran, pegangan, dan pancuran, yang membuat kita harus lebih sering menggantinya. Untuk itu sebaiknya pembersihan rutin dilakukan di kamar mandi, minimal satu kali dalam seminggu. Bagaimana caranya?
© Dream
" Mulai dengan menyingkirkan dulu produk mandi seperti sampo, kondisioner, shower gel, dan sebagainya. Siram dengan air seluruh bagian kamar mandi, kemudian semprotkan area tersebut dengan larutan pembersih dari atas ke bawah, yang menutupi semua permukaan," kata Ricky Regalado, seorang pakar pembersihan, seperti dikutip dari Martha Stewart.
Untuk kepala shower diperlukan pembersihan khusus. Gunakan sikat kecil untuk membersihkan lubang-lubang shower. Biasanya banyak sekali jamur yang menghitam di kepala shower.
" Bisa gunakan sabun pembesih biasa untuk membersihkannya. Setelah itu, semprot dengan cairan disinfektan dan diamkan selama beberapa meit, kemudian bilas," kata Ricky.
Shower yang kotor akan sangat berbahaya bagi kesehatan. Ingat, saat ini kita perlu lebih ekstra dalam menjaga kesehatan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang