Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Matsuri Takahashi Bekerja Hingga 105 Jam Setiap Bulan (Sumber: The Asahi Shimbun)
Dream – Tekanan berat dalam pekerjaan bisa membuat pegawai stres. Bahkan dampak yang paling parah bisa membawa seseorang nekat bunuh diri.
Simaklah kisah gadis asal Jepang, Matsuri Takahashi, berikut ini. Dara cantik yang bekerja untuk perusahaan iklan raksasa, Dentsu Inc, itu bunuh diri karena beban kerja yang berlebihan, atau dalam istilah Jepang disebut ‘karoshi’.
Perempuan berusia 24 tahun ini memang ditemukan tewas setelah bekerja lembur sekitar 105 jam setiap bulan. Di tempat kerjanya, Takahashi menangani divisi akun digital yang bertanggung jawab atas iklan online.
Pengacara dan anggota keluarga Takahashi mengungkapkan temuan itu melalui konferensi pers di Kantor Inspeksi Tenaga Kerja Mita di Tokyo, Jumat 7 Oktober 2016.
© Dream
Takahashi bergabung Dentsu pada bulan April 2015 setelah lulus dari Fakultas Sastra Universitas Tokyo. Dia ditugaskan di divisi akun digital. Menurut pengacara keluarga, beban kerjanya meningkat drastis dari Oktober. Durasi lemburnya dari 9 Oktober hingga 7 November 2015 saja mencapai 105 jam!
Takahashi mengakhiri hidupnya di asrama karyawan perempuan Dentsu pada 25 Desember 2015. Menjelang kematiannya, dia menghubungi rekan-rekan dan teman-temannya melalui layanan jejaring sosial dengan pesan menyedihkan, “Aku ingin mati.”
Kantor Inspeksi Tenaga Kerja Mita mengakui bahwa volume beban kerja Takahashi meningkat tajam dan kerja lemburnya naik drastis. Takahashi diduga menderita gangguan mental karena beban psikologis yang begitu besar.
© Dream
Kasus bunuh diri akibat tekanan kerja memang tengah menjadi sorotan di Jepang. Menurut data Kantor Inspeksi Tenaga Kerja Mita, sebagaimana dimuat The Asahi Shimbun, selama tahun fiskal 2015 telah terjadi 93 kasus percobaan dan bunuh diri akibat tekanan kerja ini.
Kasus Takahashi bukanlah yang pertama. Seorang karyawan laki-laki muda di Dentsu yang berbasis di Tokyo bunuh diri pada tahun 1991 karena jam kerja yang panjang.
Dalam gugatan yang diajukan oleh keluarganya, Mahkamah Agung memutuskan pada tahun 2000 bahwa perusahaan itu bertanggung jawab atas kematian karyawan pria tersebut. Putusan tersebut membuka jalan bagi pengadilan lain untuk membuat keputusan yang sama dalam kasus lain yang serupa.
© Dream
Bulan lalu, Dentsu mengakui perusahaan itu terlibat dalam praktik penipuan, termasuk manipulasi tagihan kepada klien, di divisi yang bertanggung jawab atas iklan online untuk setidaknya hampir empat tahun dari November 2012.
Tetapi, belakangan nama Takasashi ikut terseret dalam masalah ini. “Kita harus mengatasi situasi dengan menambah jumlah karyawan di divisi tersebut,” kata seorang eksekutif Dentsu dalam sebuah konferensi pers di Tokyo pada 23 September 2015.
Menurut pengacara perusahaan, Dentsu menginstruksikan karyawannya untuk menyampaikan laporan kondisi kerja mereka sehingga kerja lembur tidak melebihi batas atas yang dilaporkan ke kantor tenaga kerja.
“Kami memandang kasus bunuh diri karyawan kami sangat serius,” kata seorang wakil Dentsu yang menolak membuat komentar lebih lanjut 'karena kami belum melihat isi (pemeriksaan kantor ini)'.
Ketika kasus bunuh diri dikaitkan dengan masalah pekerjaan, keluarga korban diperbolehkan untuk mengklaim manfaat dari program asuransi kecelakaan karyawan yang disponsori pemerintah.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

Hobi Membuat Kue Ternyata Punya 7 Manfaat bagi Kesehatan, Bukan Sekadar Mengisi Waktu Luang

El Niño Diprediksi Menguat, Harga Beras Dunia Terancam Melonjak dan Jutaan Orang Bisa Terdampak

Sering Bikin Lelah secara Emosional? Kenali 8 Tanda Anda Berhadapan dengan Energy Vampire