Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Desin Interior Bernuansa Retro (Foto: Shutterstock)
Dream- Gaya artsy bernuansa jadul alias tempo dulu kini mulai kembali diminati dalam desain interior. Salah satunya adalah gaya desain retro.
Meskipun sama-sama identik dengan interior zaman dulu, gaya retro berbeda dengan gaya desain vintage. Untuk gaya vintage menjadi tren jauh lebih dulu sebelum desain retro di era 1920-an hingga pertengahan 1950-an.
Gaya retro sendiri dikenal sebagai salah satu jenis desain rumah dengan teknik mengulang gaya yang pernah populer pada masa lalu, terutama 1970-an.
Tren ini kembali digandrungi di dunia desain interior. Para pemilik hunian banyak yang berusaha menuangkan desain masa lalu tersebut ke dalam nuansa interior bergaya retro.
Bisa dibilang, rumah bergaya retro merupakan salah satu gaya yang awet dan tak lekang oleh waktu. Penasaran dengan bagaimana gaya retro yang bisa kamu terapkan dalam hunian?
Lantas, untuk mengaplikasikannya pada rumah, langkah apa saja yang bisa dilakukan?
© shutterstock.com
Salah satu tujuan gaya retro adalah untuk menciptakan suasana yang hangat dan cozy, yang akhirnya membuat orang akan mengisi ruangan dengan perabotan atau furnitur dengan bentuk tak biasa atau memiliki warna yang cerah.
Daripada berpaku pada tampilan minimalis atau modern, dekorasi serta perabotan untuk interior gaya retro dipilih berdasarkan ketertarikan atau kenangan pada barang tersebut.
Kamu bisa menciptakan gaya retro di ruma sesuai dengan kreativitas yang kamu miliki. Entah itu dengan menambahkan karpet tebal bercorak geometris, yang dikombinasikan dengan furnitur antik dari tahun 70-an, sofa warna jingga serta wallpaper dinding bermotif yang memiliki warna mencolok.
© Ilustrasi foto : Homedesign
Gaya retro dan vintage sendiri juga tak jauh dari penggunaan warna. Jika vintage didominasi warna-warna lembut atau pastel, retro memiliki ciri khas warna cerah dan hangat.
Gaya retro memang khas dengan kombinasi warna primer yang eksplosif. Khas dengan warna yang bebas, gaya desain ini bisa menunjukkan kepribadian penghuninya yang mandiri serta ceria.
Untuk skema warna ruangan dengan gaya retro, kamu bisa mengombinasikan warna-warni seperti merah, biru, warna sitrus, hijau dengan warna achromatic white dan hitam sebagai background.
Kamu juga bisa menambahkan karpet warna-warni yang menarik perhatian, serta tempat duduk dengan warna cerah dan bantal bermotif dengan warna yang kontras. Gaya retro juga sering menggunakan motif sederhana seperti bentuk kotak atau geometris.
© Ilustrasi foto : pinterest
Untuk menciptakan rumah bergaya retro, pilih beberapa bohlam yang memberi nuansa hangat di rumahmu. Cara lain yang bagus untuk melakukannya adalah dengan menambahkan lampu lantai dan lampu yang persegi dengan jumbai untuk menambahkan gaya retro.
© Ilustrasi foto : pinterest
Era 70-an memang dikenal sebagai eranya desainer dan seniman pop art. Seperti Andy Warhol, seniman yang memainkan peranan penting dalam desain gaya retro saat itu. Saat itu, Warhol menciptakan karya seni yang sensasional dengan mereproduksi foto selebriti serta iklan-iklan lawas.
Untuk mengubah rumahmu menjadi gaya retro sebenarnya cukup mudah. Misalkan menambah potret pop art Marilyn Monroe atau The Beatles, atau bisa juga dengan menambahkan lukisan wajah dalam berbagai warna cerah sebagai hiasan dinding.
© Ilustrasi foto : pinterest
Desain retro didominasi gubahan bentuk dasar yang geometris seperti kotak, segitiga, lingkaran, serta berbagai bentuk geometris lainnya. Bentuk-bentuk ini juga dijadikan sebagai pola. Dalam desain retro, pola umumnya memiliki irama yang repetitif dan lebih teratur.
Selain itu, jika kamu tertarik menggunakan elemen garis, pastikan garis yang digunakan baik itu pada pola furnitur, lantai, maupun dinding merupakan garis-garis tegas lurus khas desain retro. Pola titik-titik alias dotted juga meripakan salah satu pola yang cukup sering muncul dalam desain bergaya retro.
Sumber: Misskyra
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang