Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Sumber: Liputan6.com)
Dream - Kediri, Jawa Timur, rupanya memiliki nasi khas yang wajib dicicipi. Terutama bagi para pecinta kuliner lokal. Nasi tersebut bernama Nasi Naga. Isiannya meskipun terdengar sederhana tapi membuat banyak orang tergila-gila dengan rasanya.
Nasi ini berisi nasi putih hangat, ikan wader yang digoreng kering dan kikil dengan bumbu pedas. Semuanya disajikan dalam cowek (piring yang terbuat dari batu bata merah) yang di atasnya dilapisi daun pisang.
Sebagai pelengkap juga disajikan mentimun dan kemangi atau lalapan. Nasi yang masih panas, plus tambahan sambal pendamping membuat sego nogo menjadi salah satu masakan favorit pecinta kuliner yang doyan masakan pedas.
" Dinamakan sego nogo (nasi naga) dikarenakan sambal dan bumbu pedasnya sangat terasa di lidah. Untuk satu kali masakan daging kikil sapi saya bisa menghabiskan 22 cabai," tutur salah satu pemilik warung Nasi Naga, Surini (45), yang cukup laris, saat ditemui Liputan6.com, beberapa waktu lalu.
Kuliner nasi naga (sego nogo) dapat dijumpai di beralamat di jalan Kelurahan Bandar Ngalim Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Lokasi tepatnya berada di bawah samping jembatan, di atas bantaran Sungai Brantas.

Lokasinya yang teduh, banyak para pengunjung yang memilih makan di posisi bawah jembatan sambil mendengarkan suara gemericik air sungai Brantas. Warung nasi Garudha Raja sudah ada sejak 16 tahun yang lalu. Surini menceritakan warung usahanya ini dirintis bersama suaminya, Julianto (48).
Di sini para pengunjung disajikan menu makan dengan harga yang bervariatif. Jika uang di kantong pas-pasan pengunjung dapat memilih menu ikan wader goreng plus sambal dan nasi yang harganya tidak terlalu menguras kantong, hanya Rp13 ribu.
Sebaliknya, jika ingin membeli nasi naga (sego nogo) dengan kombinasi ikan wader goreng plus daging kikil sapi cukup membayar Rp17 ribu. Karena banyaknya jumlah pelanggan yang datang, Surini mengaku setiap harinya ia bisa menghabiskan 10 kg beras, 6 kilo ikan wader, dan 4 kilo daging kikil sapi.
" Pada umumnya yang datang ke sini kebanyakan pecinta kuliner yang suka selera masakan pedas. Kebetulan sego nogo ini kan bumbu cabainya sangat pedas," imbuhnya.
Tidak hanya menyajikan menu nasi naga di sini juga menjual segala macam menu masakan botok. Masakan botok yang ditawarkan di antaranya botok ikan patin, botok ikan kutuk, dan botok ikan nila yang dijual harganya bervariasi sekitar Rp12 ribu hingga Rp15 ribu.
Laporan: Dian Kurniawan/ Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya