Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Shutterstock
Dream - Lemak merupakan sumber energi utama bagi tubuh yang membantu penyerapan nutrisi seperti mineral dan vitamin. Namun masih banyak orang hanya memaknai lemak sebagai salah satu pemicu berat badan bertambah atau penyebab berbagai penyakit kronis.
Meski tak sepenuhnya keliru, faktanya tidak semua jenis lemak tidak baik untuk tubuh. Secara alami juga terdapat dua jenis lemak yaitu lemak baik dan lemak jahat.

"Lemak trans dan lemak jenuh yang tidak baik untuk kesehatan karena meningkatkan kadar koleksterol buruk pada tubuh. Sebaliknya ada lemak baik yang meningkatkan koleksterol baik," jelas Dokter Spesialis Gizi Klinik, Dr. dr Luciana Sutanto MS SpGK, pada acara virtual Forvita Hari Kesehatan Nasional Bebas Lemak Trans Bebaskan Hidupmu, Jumat 11 November 2022.
Lemak baik nyatanya memiliki beragam manfaat untuk tubuh mulai dari sumber energi, melindungi organ tubuh, memberikan rasa jenyang dan menjadi komponen membran sel dan regulator fisiologi.

"Lemak juga memiliki fungsi insulator, karena kalau kita terlalu kurus jadi sering kedinginan. Lemak juga ,engingikat vitamin larut lemak yaitu vitamin A,D,E, dan K, tanpa lemak tidak akan terikat vitamin ini," tambah dr. Luciana.
Konsumsi lemak baik harus dibatasi konsumsinya sesuai dengan kebutuhan lemak dari kebutuhan total kalori sehari-hari.

"Berapa banyak kita mengonsumsi lemak, sekitar 25 hingga 45 persen asupan kalori harian total," tambah dr. Luciana.
Dr. Luciana menambahkan bahwa lemak baik ini terdapat di buah zaitun, ikan, salmon dan kacang-kacangan.
"Margarin dianggap mengandung lemak tidak baik, ternyata ada modifikasi dari pembuatan yang menghindari terjadinya lemak buruk," jelas dr.Luciana.
Terbentuknya lemak buruk dapat dihindari dengan proses fisika yaitu proses fraksinasi pemanasan dan penyaringan secara berulang-ulang. Teknik ini akan memisahkan antara fraksi cair cooking oil dengan fraksi padat margarin. Margarin bebas lemak trans ini salah satunya adalah margarin Forvita.
"Jika dibandingkan dengan proses pembuatan margarin pada umumnya yang menggunakan proses hidrogenasi yang menyebabkan ikatan lemak nabati berubah, sehingga lemak trans lebih rentan untuk terbentuk," jelas Brand Manager Food Category PT Bina Karya Prima, Roland Octasilva Layandi pada kesempatan yang sama.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


WNI Diduga Tewas saat Jadi Tentara Rusia, Apakah Kewarganegaraan Indonesia Bisa Hilang?



Starvision Rilis Trailer dan Poster Dewi Siluman Ular, Angkat Kisah Pernikahan Manusia dengan Jin

Harga Ponsel dan Barang Kebutuhan Hampir Sama di Seluruh Negeri, Mengapa UMR Bisa Jauh Berbeda?

Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan

Harga Rumah Makin Tak Terjangkau, Mengapa Terus Melonjak Dibanding Pendapatan?