5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Masjid Bayan Beleq Lombok (Foto:pegipegi.com)
Dream - Banyak orang yang menyamakan keindahan Lombok seperti Bali. Sekilas memang, hamparan pantai-pantai di Lombok mampu menandingi pesona Pulau Dewata tersebut.
Namun bedanya, jika kebudayaan dan tradisi umat Hindu tumbuh subur di Bali, sedangkan masyarakat Lombok lebih banyak yang menganut agama Islam. Tak heran, banyak masjid dibangun di sini hingga kemudian dijuluki sebagai Pulau Seribu Masjid.
Tak hanya masjid-masjid modern, masyarakat juga melestarikan masjid kuno sebagai cagar budaya. Berpadu dengan budaya setempat, beberapa masjid berusia ratusan tahun masih berdiri kokoh di sana.
Masjid Bayan Beleq misalnya. Inilah masjid tertua di Jalan Labuan Lombok, Desa Bayan, Lombok Utara. Masjid yang dibangun pada abad ke-17 ini menyimpan banyak nilai sejarah.
Sebagai masjid yang pertama kali di bangun di Lombok, dinding masjid hanya dibat dari bilahan bambu setinggi 125 cm. Namun, pondasi bebatuan yang bertingkat-tingkat masih kuat menopang bangunan hingga saat ini.
Masjid ini masih dipengaruhi budaya Hindu, dan di dalam masjid terdapat makam besar atau masyarakat sekitar menyebutnya beleq. Meskipun sudah tidak digunakan untuk beribadah, masjid masih ramai dari peziarah yang ingin datang ke makam di dalamnya.
Daripada penasaran baca kelanjutannya di sini untuk mengetahui makan siapakah yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?