Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Apple Tak Lagi Menggunakan Bungkus Plastik? (Foto; Beebom.com)
Dream – Apple Inc tak main-main dalam programnya mengurangi limbah di Bumi. Perusahaan teknologi itu berniat tak lagi menggunakan bungkus plastik di dalam kotak pembelian smartphone mereka, iPhone.
Dikutip dari Beebom, Rabu 22 September 2021, gerakan ini dinilai dapat mengurangi limbah plastik mencapai 600 metrik ton plastik. Bungkus plastik akan diganti dengan bungkus kertas yang direkatkan pada kotak dengan dua manfaat.
Manfaat pertama adalah membantu kotak tetap utuh dan mengurangi risiko isi kotak keluar selama transit. Kedua, bermanfaat untuk mengetahui apakah orang sebelumnya telah membuka kotak iPhone sebelum tiba di tanganmu.
Penampakan bungkus anyar itu beredar di platform media sosial Tiongkok, Weibo. Diketahui boks yang ditampilkan di foto itu adalah iPhone 13.
Apple juga dikabarkan akan mengirimkan iPhone 13, 13 mini, 13 Pro, dan 13 Pro Max tanpa bungkus plastik.
Peniadaan bungkus plastik ini sejalan dengan misi Apple. Perusahaan itu memang bertujuan untuk “ memusnahkan” plastik pada 2025.
Selain itu, Apple juga menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan. Misalnya, timah daur ulang dan penggunaan 100 persen elemen tanah.
Bahkan, ada unit manajemen baterai yang disediakan oleh produsen gadget itu.
(Laporan: Angela Irena Mihardja)
Dream – Penggemar ponsel besutan Apple, iPhone, sepertinya harus bersabar lebih lama menunggu kehadiran smartphone lipat yang sudah lebih dahulu dikeluarkan Samsung. Perusahaan milik mendiang Steve Jobs ini diperkirakan baru akan merilis ponsel lipat pada musim gugur 2024, atau dua tahun dari pesaing besarnya Samsung.
Perkiraan itu muncul dari analis Apple, Ming Chi Kui yang mempelajari laporan prospek keuangan pemasok komponen Apple.
Pada Mei 2021, Kuo sebelumnya menaruh perhatian besar pada konsep iPhone lipat. Saat itu, dia mengatakan ponsel lipat pertama buatan Apple ini akan memiliki domensi layar QHD+ berukuran 8 inci. Layarnya diprediksi memiliki resolusi sebesar 3200 x 1800 piksel.
![]()
Jika laporannya akurat, spesifikasi ini lebih tinggi daripada layar QXGA+ 7,3 inci yang ada pada Samsung Fold dengan rasio 16:9.
Namun Kuo mengoreksi jadwal peluncuran produk iPhone lipat yang diperkirakan akan memproduksi antara 15 hingga 20 juta unit pada 2023. Merujuk laporan baru tersebut seperti diberitakan Apple Insider, Selasa 21 September 2021, Kuo menduga Apple baru siap merilis ponsel anyarnya itu pada musim gugur 2024.
Selain iPhone lipat, Kuo juga menyoroti kehadiran touch ID di bawah layar yang diperkirakan akan mundur tahun 2023.
Kuo memperkirakan akan ada jarak satu tahun lebih cepat fitur Touch ID di bawah layar akan hadir lebih dahulu dibandingkan iPhone lipat.
iPhone SE 2022 dengan 5G juga kembali dibahas tanpa perubahan jadwal dari laporan sebelumnya.
iPhone akan mengeluarkan ponsel pintar dengan 6,7 inci layar yang lebih terjangkau dengan kamera 48 megapixel yang akan tiba pada 2022.
Catatan tersebut juga mengatakan bahwa peluncuran fitur akan lebih lambat dari yang diharapkan. Ini akan merugikan pengiriman iPhone pada 2022 dan 2023.
Laporan pengujian Touch ID di iPhone generasi berikutnya muncul pada Januari 2021 dengan sistem optik dalam layar baru yang menyertakan Face ID.
Pada bulan Maret, Kuo memperkirakan bahwa Apple tidak akan menambahkan Touch ID ke iPhone 13, menunjuk ke data rantai pasokan.
(Laporan: Elyzabeth Yulivia)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya