Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Wanita berusia 25 tahun dan lebih dapat memperoleh visa turis untuk pergi ke Arab Saudi, kata seorang juru bicara Komisi Pariwisata dan Warisan Budaya Saudi (SCTH). Namun, wanita di bawah 25 tahun harus didampingi oleh anggota keluarga.
Omar Al-Mubarak, Direktur Jenderal Departemen Perizinan komisi tersebut mengatakan: " Visa turis akan menjadi visa single-entry, dan berlaku maksimal 30 hari. Visa ini ditambahkan ke yang saat ini tersedia di Kerajaan. Ini tidak tergantung pada pekerjaan, kunjungan, visa haji dan umrah."
SCTH baru-baru ini mengatakan bahwa dimulainya penerbitan visa apriwisata akan diumumkan pada kuartal pertama tahun 2018.
" Peraturan eksekutif untuk visa turis telah selesai. Departemen TI komisi saat ini sedang membangun sistem elektronik untuk penerbitan visa turis, berkoordinasi dengan perwakilan dari Pusat Informasi Nasional dan Kementerian Luar Negeri," Al-Mubarak mengatakan kepada Arab News.
Selama masa percobaan Arab Saudi dalam menerapkan sistem visa turis antara tahun 2008 dan 2010, lebih dari 32.000 wisatawan mengunjungi Kerajaan. Prosedur visa mereka difasilitasi oleh sejumlah operator tur yang dilisensi oleh SCTH.
Prakarsa Visa Pariwisata dimaksudkan untuk menghidupkan kembali sistem visa turis sebelumnya yang memungkinkan pengunjung untuk menemukan destinasi baru di Saudi, untuk meningkatkan sektor pariwisata dan untuk mengembangkan layanan dan fasilitas pariwisata dan warisan budaya di Kerajaan.
Tujuannya juga untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi warga negara dan mengurangi sifat musiman pariwisata internasional dengan basis religius selama masa umrah dan haji.
Inisiatif ini merupakan bagian dari Program Transformasi Nasional 2020, dan berada dalam kerangka upaya komisi untuk mewujudkan Visi 2030, yang memberikan banyak perhatian pada industri pariwisata.
(Sumber: arabnews.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang