Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Perlu Diketahui Bahaya Menyantap Gorengan Saat Berbuka Puasa. (Foto: Shutterstock)
Dream - Gorengan menjadi salah satu hidangan populer yang dihidangkan saat berbuka puasa. Rasanya yang lezat dan gurih membuat kudapan ringan ini jadi takjil yang banyak diburu sebelum berbuka puasa.
Dibalik rasanya yang lezat, ternyata mengonsumsi gorengan sebagai menu makanan buka puasa memiliki dampak negatif bagi tubuh.
Kandungan lemak dalam minyak yang digunakan untuk memasak gorengan sulit untuk dicerna tubuh serta berdampak buruk pada kulit.
Dilansir halodoc.com, ada 3 efek buruk yang terjadi pada kulit jika terlalu sering mengonsumsi makanan berminyak ini.
Sebabkan Peradangan
Menyantap gorengan sebagai menu berbuka buasa dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan lebih sensitif karena dapat dengan mudah mengalami peradangan.
Lemak trans yang ikut masuk ke dalam tubuh ketika mnegonsumsi gorengan menjadi penyebab meningkatnya resiko peradangan pada kulit. Peradangan yang dialami kulit berpotensi menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif.

Penuaan Kulit
Gorengan yang diproses pada suhu tinggi dan panas membuat terjadinya peningkatan molekul AGE sehingga menyebabkan rusaknya kolagen dan elastin. Peningkatkan AGE ini telah terbukti merusak sel-sel tubuh, termasuk juga sel kulit yang sehat.
Jika rutin mengonsumsinya saat buka puasa, bukan tidak mungkin kulit mu akan mengalami penuaan dini.
Bikin Wajah Terlihat Pucat
Wajah yang terlihat pucat menjadi efek berikutnya jika sering mengonsumsi gorengan sebagai kudapan berbuka. Gorengan mengandung garam dan MSG yang tinggi sehingga mampu menyebabkan resistensi cairan pada tubuh.
Resistensi cairan yang terjadi membuat cairan yang harusnya dikeluarkan menjadi bertumpuk pada kulit.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya