Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Sumber: Shutterstock)
Dream - Pada Jumat, 9 Agustus 2019 lalu, masyarakat di Distrik Verkhoyansk, Serbia dikejutkan oleh suasana pagi yang berbeda. Matahari belum juga menampakkan diri, padahal jam sudah menunjukkan pukul 08.00.
Dikutip dari Oddity Central, pagi itu Distrik Verkhoyansk diselimuti kegelapan parah. Sinar matahari sama sekali tidak membuat pemandangan terlihat cerah.
Muncul dugaan kegelapan menyelimuti kawasan tersebut akibat tebalnya asap. Diketahui, hutan di dekat pemukiman penduduk sedang terbakar hebat.
Sayangnya, pemerintah setempat belum juga memberikan penjelasan mengenai apa yang sedang terjadi.
© Yakutia yang Gelap di Pagi Hari. Sumber: https://www.odditycentral.com/news/residents-of-far-east-russian-region-wake-up-to-bizarre-pitch-black-morning.html
Situasi ini rupanya tidak membuat masyarakat Verkhoyansk terkejut. Sebelumnya, hal yang sama sudah pernah mereka alami sebelumnya.
Setahun lalu, tepatnya pada Juli, kawasan Verkhoyansk dan Yakutian mengalami diselimuti kegelapan parah. Masyarakat menyebut fenomena ini sebagai de javu.
" Apakah ini semacam tradisi aneh setiap bulan Juli dan Agustus?" komentar salah seorang warga Verkhoyansk dikutip dari Oddity Central.
Menanggapi hal ini, kepala Layanan Cuaca Rusia, Yevgeny Tishkovets mengatakan situasi ini disebut dengan cloud spiking yang mempengaruhi curah hujan. Tingginya kandungan karbon monoksida di udara menjadi salah satu penyebab cahaya matahari tidak bisa sampai ke permukaan bumi.
Sumber: Oddity Central
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya