Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sumber: Shutterstock
Dream - Kota-kota di Indonesia tidak kalah menariknya dengan di luar negeri. Bahkan beberapa kota menjadi destinasi traveler asing lho, Sahabat Dream.
Salah satunya adalah Medan. Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara ini terkenal dengan unsur budayanya yang kaya, perpaduan Arab, China, India, dan masih banyak lagi.
Keberagaman yang ada membuat kota ini menarik dikunjungi. Di Medan, ada banyak bangunan yang menandakan ciri masing-masing etnis dan tetap terpelihara hingga saat ini.
Sebagian besar bangunan di kota ini memiliki arsitektur yang unik dan mengandung nilai seni tinggi. Bangunan-bangunan ini juga masih aktif digunakan untuk beribadah.
Jika punya kesempatan berjalan-jalan ke Medan, jangan lupa kunjungi enam tempat ini ya.
© Sumber: Shutterstock
Istana Maimun merupakan salah satu bangunan yang bersejarah dan terkenal di Medan. Bangunan ini didirikan oleh Sultan Ma’mun Al Rashid Perkasa Alamsyah pada 1887.
Istana ini memiliki 30 ruangan dan berdiri di tanah seluas 2.772 meter persegi. Dari 30 ruangan yang dimiliki, saat ini hanya ada satu kamar yang boleh dikunjungi oleh publik.
Uniknya, arsitek bangunan bersejarah ini terinsipirasi dari gaya Melayu, Mughal dan ciri khas Islam yang kental. Sedangkan interiornya terinspirasi dari gaya Spanyol-Italia.
Pengunjung bisa melihat koleksi keluarga kerajaan seperti perhiasan, barang-barang antik dan barang pemberian kerajaan lain. Istana Maimun ini terletak di Jalan Brigjen Katamso, Medan.
© Sumber: Shutterstock
Masjid Raya Al Mashun berlokasi di pusat kota Medan. Masjid ini sudah berdiri sejak 1906 pada masa pemerintahan Sultan Ma’mu Al Rashid Perkasa Alam.
Arsitekturnya bergaya campuran Timur Tengah, Spanyol, dan Moghal. Selain itu, bangunan masjid ini dikelilingi oleh taman yang indah.
Hingga saat ini masjid ini masih aktif digunakan untuk beribadah. Jadi bagi pengunjung masjid ini diharapkan menghormati yang sedang beribadah ya.
© Sumber: Shutterstock
Tjong A Fie Mansion sangat kental dengan unsur Tionghoa. Berkunjung ke bangunan ini seakan berada di kawasan pecinan tempo dulu.
Arsitektur pada bangunan ini cukup unik, perpaduan antara unsur China dan Melayu. Dekorasi di Tjong a Fie ini juga dipenuhi dengan unsur modern, ornamen antik kerajinan tangan dan benda-benda seni.
Bangunan ini dimiliki dan dikelola secara pribadi oleh seorang pengusaha terkenal di Medan. Walau begitu, tempat ini dibuka untuk umum. Lokasinya juga sangat strategis di Jalan Ahmad Yani 105, Medan.
© https://velangkanni.com/en/
Bangunan ini didedikasikan sebagai gereja Katolik Bunda Maria. Yang membuat bangunan ini unik ialah arsitekturnya yang mencampurkan gaya candi dengan ornamen yang khas.

Sekilas, mungkin kita tidak menyadari tempat ini sebenarnya bukanlah candi melainkan gereja. Tempat ibadah ini dibangun pada 2001 dan menjadi pusat kegiatan umat Katolik setempat.
Meski merupakan rumah ibadah, tempat ini juga terbuka bagi wisatawan yang ingin berkunjung. Lokasi tepatnya ada di Jalan Sakura III No. 10 Tanjung Selamat, Medan.
© Sumber: Shutterstock
Di Kampung Madras yang banyak dihuni etnis Tamil dan India, terdapat satu bangunan bersejarah. Bangunan ini punya peran penting bagi umat Hindu.
Bangunan ini bernama Candi Sri Mariamman yang didirikan pada 1884 oleh Gurdhuara Shahib dan Sami Rangga Naiher. Ini merupakan candi tertua di Medan dan sampai sekarang masih digunakan untuk beribadah.
Yang membuat candi ini unik ialah gaya arsitekturnya mengadaptasi bangunan candi di India dan Sri Lanka. Ornamen yang menghiasi candi ini didominasi oleh warna vivid yang cantik dengan patung dan ukirannya yang menawan.
Bagi yang ingin berkunjung ke candi ini, jangan datang pada Sabtu ya. Karena candi ini akan ditutup untuk ibadah.
© Sumber: Shutterstock
Umat Budha di Medan juga cukup banyak dan kerap berkegiatan di Vihara Maitreya yang sudah ada sejak tahun 1991 lalu. Bangunan ini selalu dipenuhi oleh umat Budha yang beribadah.
Bangunan vihara ini sangat unik dan luas. Vihara ini berdiri di atas lahan seluas 4.5 hektar dan memiliki arsitektur yang menakjubkan.
Bangunan ini juga dikelilingi banyak patung. Sayangnya ada beberapa patung yang tidak boleh dijadikan latar belakang foto.
Pengunjung tidak hanya bisa menikmati bangunan yang megah sembari berfoto. Di dekat Vihara ini terdapat banyak tempat kuliner khas dan toko souvenir.
Sumber: Wonderful Indonesia
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya