Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Ilustrasi
Dream - Hidup di Indonesia berarti hidup dalam keberagaman suku, agama, dan budaya. Untuk bisa hidup rukun, toleransi bisa dibilang modal utama. Jika Anda sebagai orang dewasa tidak mengenalkan dan mencontohkan nilai toleransi, bisa dibayangkan bagaimana masa depan buah hati kelak.
Perbedaan yang ada bisa dilihatnya hanya dari sisi negatif dan ia bisa saja memandang rendah orang lain yang berbeda dengannya. Untuk itu coba ajarkan nilai toleransi sejak dini agar ia berkembang jadi pribadi yang berempati.
Anak pada dasarnya tak melihat perbedaan
Ada hal yang sangat indah dari anak, alaminya mereka lahir dengan tak melihat perbedaan. Mereka ingin bermain dengan siapapun. Sikap buruk anak karena perbedaan bisa muncul karena diajarkan atau melihat temannya atau orang dewasa bersikap buruk pada orang yang berbeda dengan mereka.
Jadi, berhati-hatilah dalam bersikap. Anak akan dengan mudah menirunya. Hindari menghina dan bersikap buruk terkait isu agama dan suku di depan anak.
Biarkan si kecil bertanya
Pada anak yang lebih besar atau usia sekolah dasar, mereka biasanya akan mulai mengenal banyak teman dari beragam suku dan agama. Pertanyaan seputar dua hal itu pun mungkin saja dilontarkannya.
Jawablah dengan bijak bahwa perbedaan yang ada tak akan menghalangi pertemanan. Katakan padanya ia boleh berteman dengan siapapun, asal membawa pengaruh positif.
Diskusikan jika ada kasus tertentu
Apabila anak bercerita di sekolah ada temannya yang diejek karena suku atau agama, saatnya Anda mengajak berdiskusi. Atau mungkin ketika anak melihat berita di media terkait kasus suku atau agama.
Cari tahu pendapat anak, bagaimana ia memandang hal tersebut. Dengan begitu Anda tahu bagaimana kelanjutan diskusi dan hal apa yang harus dijelaskan padanya terkait nilai toleransi.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha