Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Jaguar Land Rover Siap Membayar Pengemudi Yang Melaporkan Kemacetan Dan Jalan Berlubang. (Foto: Carscoops)
Dream – Kemacetan lalu lintas dan jalan berlubang kini tidak menjadi terlalu menjengkelkan. Jaguar Land Rover (JLR) merilis teknologi terbaru, Smart Wallet.
Teknologi ini bisa membayar pengemudi untuk informasi tentang perjalanan mereka, seperti kemacetan dan jalan berlubang.
Dikutip dari Carscoops, Rabu 1 Mei 2019, produsen otomotif ini sedang mengetes layanan baru secara otomatis akan membagikan data kondisi jalan dengan penyedia navigasi atau otoritas. Kondisi jalan yang akan dibagikan seperti kemacetan lalu lintas dan lubang.

Sebagai imbalannya, pengemudi akan mendapatkan mata uang virtual. Sayangnya, tak dijelaskan mata uang apa yang akan digunakan JLR untuk membayar pengemudi Jaguar.
Dengan uang itu, pengemudi bisa menggunakannya secara otomoatis membayar biaya tol dan parkir. Bahkan, pemilik bisa menggunakan crytocurrency untuk membayar biaya pengisian kendaraan listrik atau plug in hybird.
Untuk menyajikan layanan ini, JRL bekerja sama dengan IOTA Foundation dalam mengembangkan dompet digital.
Masih belum jelas kapan teknologi ini akan diluncurkan. Yang jelas, saat ini, JRL tengah menjalani pengujian di pusat rekayasa perangkat lunak JLR di Irlandia. Sebagai bagian dari tes ini, teknologi itu dilengkapi untuk beberapa kendaraan yang berbeda, termasuk Jaguar F-Pace dan Range Rover Velar.
Layanan ini tentu akan menguntungkan pengemudi. Tapi, perusahaan mencatat bahwa itu sesuai dengan strategi zero destination yang bertujuan untuk mencapai nol emisi, nol kecelakaan, dan no kemacetan.
Teknologi Smart Wallet diklaim bisa membantu mengurangi kemacetan karena ada data bersama untuk mengingatkan pengemudi lain mengambil rute alternatif untuk menghindari kemacetan lalu lintas.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Inggris dan Jepang Minta Warga Siapkan Stok Makanan untuk 3 Hari, Ada Apa?

Benarkah Oksigen di Bumi Bisa Habis? Ilmuwan Perkiraan Kapan Hal Itu Bisa Terjadi

Sering Disalahpahami, Ini Perbedaan Frugal Living dengan Hidup Pas-pasan

Beeru Stevia Diduga Berisi Pemanis Buatan, Apa Risikonya bagi Penderita Diabetes Jika Terkonsumsi?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?