Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Wisatawan mancanegara (wisman) dan ekspatriat Korea bakal makin getol berlibur ke Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Pemicunya, charter flight dari dua kota besar di Korea Selatan, yakni Busan dan Incheon.
Penghubungnya? Maskapai Lion Air. Secara resmi, Lion Air telah memulai penerbangan Busan-Batam, sejak Sabtu, 23 Desember lalu. Sementara Incheon telah beroperasi sejak Minggu, 24 Desember dengan frekuensi 4 hari sekali.
" Ini merupakan salah satu bentuk dukungan kami dalam meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia," kata Corporate Communication Lion Air Group Ramaditya Handoko, dikutip dari keterangan pers tertulis, Selasa 2 Januari 2018.
Potensinya? Terbilang sangat besar. Busan merupakan kota pelabuhan terbesar di Korea Selatan. Pelabuhannya disebut-sebut pelabuhan tersibuk di dunia. Incheon juga tak kalah wow-nya. Bandara Internasional dan pelabuhannya juga disebut-sebut salah satu yang terbaik di dunia. Dan dua-duanya merupakan titik penghubung barat-timur, utara-selatan, tenggara-barat laut.
Lion Air pun langsung memberikan layanan superprima. Dari paparan Rama - sapaan akrab Ramaditya Prima, Lion Air langsung menjalin kerjasama dengan Travel Global Aviation Alliance Co.,Ltd dan Sky Angkor Air di Korea.
Pesawat yang digunakan juga bukan sembarangan. Untuk menjelajai Korea-Batam, Lion Air menggunakan pesawat terbarunya Boeing 737 MAX 8. Pesawat ini dapat mengangkut 175 penumpang.
" Rencananya penerbangan charter ini akan beroperasi hingga Maret 2018. Tidak menutup kemungkinan untuk diperpanjang bahkan dijadikan penerbangan reguler. Ke depannya pun rute akan kita tambah. Setelah ini kita bidik Seoul," ujar Rama.
Rama mengaku sangat optimistis dengan hal itu. Maklum, Lion Air sudah berpengalaman melayani sejumlah rute internasional. Dari mulai Singapura, Malaysia, Australia, India, Tiongkok, Arab Saudi, dan Korea Selatan, semua sudah disentuh Lion Air.
Frekuensinya pun sangat tinggi. Angkanya mencapai lebih dari 630 penerbangan per harinya. " Dan semua penerbangan internasional tadi didukung 116 armada dengan berbagai tipe. Ada Boeing 737-800, Boeing 737-900 ER, Boeing 747-400, Boeing 737 MAX 8, hingga Airbus A330-300," tambahnya.
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya langsung mengangkat emoji tiga jempol untuk Lion Air. Menurutnya, dengan akses yang semakin mudah maka pertumbuhan pariwisata akan semakin cepat.
" Jika kita konsisten, saya yakin Batam is the next Bali itu bisa terwujud. Prinsipnya sama dengan di Singapura, menjaring ikan di kolam yang sudah banyak ikannya. Sekali ciduk sudah banyak ikan-ikan yang terangkut," kata Menpar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang