7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream
Dream - Islamic Fashion Institute (IFI) Bandung kembali melahirkan bibit desainer unggul. Sebanyak 10 siswa diluluskan di acara Haflatu at Takhorruj Batch 4, Rabu 19 Desember 2018.
Bertajuk 'Notre Voyage', perjalanan para siswa meraih mimpi dicurahkan ke dalam busana muslim ready to wear.
" Kami bersama-sama menyatukan benang merah dari 10 desainer. Mereka punya spirit yang sama namun dengan gaya yang berbeda. Ini bagaikan jurnal perjalanan mereka menuju perubahan yang lebih baik. Insyaallah menjadi jalan mereka hijrah," tutur Hanni Haerani, Director IFI di Bandung, Rabu 19 Desember 2018.
Seluruh koleksi merupakan hasil belajar siswa selama sembilan bulan. Setelahnya, mereka hanya diberi waktu dua bulan untuk diskusi dan satu bulan untuk produksi.
Waktu yang singkat tak mematahkan semangat mereka. Busana dibuat dengan mengedepankan kaidah Islam yang dipadu dengan gaya konvensional. Inspirasinya sangat beragam, mulai dari taksi hingga video game.

Berbeda dari kelulusan sebelumnya, acara kali ini mengusung konsep Zero Waste. Para siswa diharuskan untuk mendesain tanpa menyisakan bahan sedikitpun. Busana ini dipakai oleh siswa sebagai seragam kelulusan.

" Mereka diberi bahan kain hitam selebar 5 meter, tidak boleh ada yang terbuang. Mereka berusaha mempertanggungjawabkan desain masing-masing agar tidak lagi menyampah," kata Hanni memaparkan.
Nantinya, para siswa dibebaskan memilih pasar untuk menjual karya mereka. Setidaknya ada empat lini pasar modest wear di Indonesia, yakni Modest Modern, Modest Konvensional, Syar'i Modern dan Syar'i Konvensional.
" Kami tidak menghalangi mereka berekspresi, yang penting masih sesuai kaidah Islam. Seni itu luas dan abstrak," ujarnya.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?