Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Menu Indonesia Di D'Penyetz Victoria (Dream.co.id/Arie Dwi Budiawati)
Dream - Bagi traveler Muslim Indonesia, masalah kerap dihadapi ketika jalan-jalan ke luar negeri adalah menemukan makanan halal. Juga makanan yang sesuai dengan lidah Indonesia, mengingat kuliner di luar negeri memiliki cita rasa yang berbeda.
Tetapi, Sahabat Dream tidak perlu khawatir dengan masalah ini. Ketika berkunjung ke Victoria, Australia, kamu dapat dengan mudah menemukan rumah makan yang menyajikan menu halal.
Di Lygon Street, ada tiga restoran halal yang bisa kamu datangi yaitu Kopitiam, D'Penyetz, dan Calton Curry House. Jika kangen masakan Indonesia, D'Penyetz tempatnya.
Bersama rombongan Visit Victoria, Dream sempat singgah dan menikmati menu khas Indonesia di D'Penyetz. Di restoran ini, kamu bisa menikmati lezatnya ayam penyet.
Selain ayam penyet, ada juga ayam geprek, ayam bakar, ayam cabai hijau, dan satai ayam. Juga ada soto ayam lamongan, mie bakso, dan sayur asem.
Bagi yang suka seafood, kamu bisa memesan ikan goreng " joged" (semacam ikan terbang), ikan bakar beraroma, dan ikan bakar Bali.
Restoran ini juga menawarkan menu bagi vegetarian. Contohnya terong sambal balado, gado-gado nusantara, dan tahu telur.
Untuk menu penutup, restoran ini punya es cendol nangka, es campur, serta es durian. Sensasi segar terasa sejak suapan pertama.
© D'Penyetz Victoria, Australia (Dream.co.id/Arie Dwi Budiawati)
" Bahannya halal," kata Manajer Operasional D'Penyet, Juli Santoso, di Victoria, Australia, Senin 7 Juli 2019.
Untuk meyakinkan, Juli menunjukkan sertifikat halal bagi bahan ayam. Dalam sertifikat itu tercantum ayam yang digunakan pada restoran ini dipasok dari peternakan yang telah disertifikasi halal oleh Islamic Coordinating Counsil of Victoria.

Sertifikat halal D'Penyetz Australia (Dream.co.id/Arie Dwi Budiawati)
Dream memesan ayam geprek, kepiting asam manis, sate ayam, dan tahu telur. Ada juga sayur asem dan ikan joged. Tak ketinggalan, nasi putih.
Sayur asem di restoran ini punya rasa asam yang cukup kuat. Kacang tanah dan kacang panjangnya dimasak hingga lembut.
Bagaimana dengan menu ikan dan ayam? Ikan dan ayam yang disajikan ini sangat lembut, sehingga mudah dipotong dengan sendok atau garpu. Aroma pada ikan sangat tajam.
Lazimnya masakan Indonesia, kurang lengkap rasanya jika tanpa sambal. Ada tiga sambal yang disajikan, yaitu sambal terasi, sambal hijau, dan sambal kecap.
Untuk sambal kecapnya, rasanya tidak terlalu pedas. Cocok bagi mereka yang tak doyan dengan spicy food.
Dream juga mencoba es cendol nangka. Cendolnya cenderung lebih tebal daripada yang biasa dijual di Indonesia. Es ini menggunakan gula merah dan santan. Rasanya tidak terlalu manis.
© Sate Ayam D'Penyetz (Dream.co.id/Arie Dwi Budiawati)
Harga makanan di D'Penyetz ditawarkan mulai dari 7 dolar Australia (setara Rp66 ribu) untuk menu tahu dan tempa sebanyak 3 potong. Menu ayam dijual mulai dari 9,5 dolar Australia, (setara Rp90 ribu).
Menu sidedish seperti pisang goreng dijual mulai 6,9 dolar Australia (setara Rp65 ribu).
Minuman es cendol dijual lebih " murah" . Es cendol nangka dijual mulai 6,5 dolar Australia (setara Rp62 ribu)
D'Pemyetz merupakan restoran menu Indonesia milik Edy Ongkowijoyo yang buka pertama kali di Singapura pada 2005. Melalui restoran ini, Edy ingin mewujudkan visinya memperkenalkan kuliner Indonesia kepada mancanegara.
" Di Australia merupakan cabang ke-130 ," kata Juli.
Wanita asal Medan ini mengatakan pelanggan resto mayoritas adalah mahasiswa yang tinggal di sekitar restoran. " Tapi, ada juga pembeli dari Singapura, Malaysia, dan Indonesia," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang