5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
(Foto: Arabnews.com)
Dream - Pameran Alquran diadakan di Madinah, bekerja sama dengan Samaya Holding, bertujuan untuk mengenalkan isi Alquran secara akurat sesuai dengan sistem teknik yang mengikuti gaya pameran museum.
Pameran ini melibatkan partisipasi Kompleks Raja Fahd untuk Pencetakan Alquran, Presidensi Umum untuk Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Yayasan King Abdul Aziz untuk Penelitian dan Arsip, Perpustakaan Umum King Abdul Aziz di Madinah, Universitas King Saud, dan Universitas King Abdul Aziz.

(Foto: arabnews.com)
Sub-tujuan pameran ini mencakup seruan untuk belajar dan mengajar Alquran; menyoroti kehebatan Alquran; memahami sejarah Alquran; menampilkan teknologi khusus Alquran; dan menunjukkan usaha Kerajaan dalam merawat Alquran.
Hamzah Abdul-Karim, pengawas pameran tersebut, mengatakan kepada Arab News bahwa pameran Alquran berisi banyak manuskrip dan teknologi modern yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, termasuk manuskrip yang ditulis di kulit gazelle dan lainnya ditulis oleh Hafez Osman, yang menulis 106 manuskrip Alquran dan meninggal saat menulis yang ke-107.

(Foto: arabnews.com)
Manuskrip unik lainnya ditulis oleh Ghulam Mohiuddin sekitar 200 tahun lalu, yang dibawa dengan empat unta dari Afghanistan ke Madinah karena bobotnya yang berat. Panjang naskahnya satu setengah meter dengan lebar satu meter, dan beratnya 154 kilogram. Ada terjemahan bahasa Persia di bagian bawah setiap halaman.
Abdul-Karim menambahkan bahwa pameran tersebut diadakan di 12 ruang, dan ada banyak bahasa termasuk Inggris, Prancis, Persia, Turki, Urdu, Indonesia, Pashtu, dan Malawi. Ia juga mencatat bahwa sejumlah besar jamaah mengunjungi pameran tersebut selama masa umrah dan haji, dengan jumlah pengunjung mencapai 10.000 orang setiap hari selama musim haji. Ditambah lagi, orang dari sekitar 150 negara mengunjungi pameran tersebut.

(Foto: arabnews.com)
(Sumber: arabnews.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?