5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi (Foto: Blog.airyrooms.com)
Dream - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyambut baik peluncuran buku The Magnificent Seven: Indonesia's Marine National Parks, yang merupakan karya bersama antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI serta United Nations Development Program (UNDP).
" Buku the Magnificent Seven: Indonesia's Marine National Parks merupakan sebuah karya yang dapat berkontribusi untuk menggalakkan promosi pariwisata bahari ke luar negeri. Kami mengusulkan pula softcopy file dari buku ini dapat dimasukkan ke dalam website Wonderful Indonesia, agar bisa diunduh oleh para calon wisatawan mancanegara yang akan berkunjung ke Indonesia," kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya pada peluncuran buku Taman Nasional Laut, The Magnificent Seven: Indonesia's Marine National Parks, dikutip dari keterangan pers tertulis, Senin 5 Juni 2017.
Buku ini menggambarkan keindahan Taman Nasional Laut di berbagai daerah di Indonesia, antara lain: Kepulauan Seribu-Jakarta, Wakatobi-Sulawesi Tenggara, Takabonerate-Sulawesi Selatan, Karimun Jawa-Jawa Tengah, Bunaken-Sulawesi Utara, Togian-Sulawesi Tengah dan Teluk Cenderawasih-Papua, dengan keanekaragaman hayati lautnya yang sangat kaya.
" Keindahan kehidupan alam bawah laut merupakan salah satu daya tarik pariwisata Indonesia. Para penggiat pariwisata bahari di dunia berujar bahwa taman-taman laut nan indah di perairan Nusantara tadi sebagai Sekeping Surga yang Jatuh ke Bumi," sambung Menpar.
Menpar melanjutkan, wisata bahari khususnya taman laut yang tersebar itu merupakan salah satu kekuatan pariwisata karena negeri ini tiga perempat wilayahnya adalah maritim dengan kekayaan laut yang memiliki ragam keindahan panorama. Untuk itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya melakukan serangkaian terobosan untuk percepatan pembangunan wisata bahari dan membagi menjadi tiga bidang, yakni " coastal zone" atau wisata bentang pantai, " sea zone" atau wisata laut dan bergerak dari satu pulau ke pulau lainnya, serta " underwater" melalui wisata bawah laut seperti diving (menyelam) dan snorkeling.
Indonesia juga memiliki 55 destinasi diving dan lebih dari 1.500 lokasi menyelam, tersebar dari Aceh sampai Papua dan jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia atau Filipina. Keunggulan pariwisata Indonesia, khususnya pariwisata bahari sudah mendapat pengakuan dari berbagai pihak.
Majalah Dive Magazine pada Februari 2017 lalu, telah menetapkan Indonesia sebagai The Most Popular Dive Destination 2017. Sementara Majalah Travel & Leisure menetapkan Nihiwatu Resort, di Pulau Sumba sebagai #1 Hotel in The World 2016.
Kerjasama antara Kementerian LHK dengan Kementerian Pariwisata dapat lebih ditingkatkan guna menyiapkan taman-taman laut sebagai destinasi wisata bahari baru, termasuk aksesibilitas udara melalui penerbangan langsung beberapa kota di Tiongkok menuju Manado guna mengunjungi Taman Nasional Bunaken, ataupun penerbangan langsung Denpasar – Wakatobi guna mengunjungi Taman Nasional Laut Wakatobi, juga penerbangan charter seaplanes route Batam – Pulau Bawah Resort di Kepulauan Riau.
Diharapkan, peluncuran buku The Magnificent Seven: Indonesia's Marine National Parks dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pariwisata khususnya bidang bahari.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?