Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Instagram Zahra Lari)
Dream - Popularitas busana hijab meningkat di akhir tahun 2017. Tak hanya berkembang sebagai fashion saja, namun kini hijab sudah mampu menjawab kebutuhan para atlit perempuan.
Beberapa tahun belakangan ini, banyak hijaber ikut andil dalam mengharumkan citra hijab di ajang olimpiade dunia. Salah satunya pemain ice skater yang satu ini.
Zahra Lari, wanita 22 tahun asal Abu Dhabi baru-baru saja menorehkan prestasi di Olimpiade Musim Dingin 2018 di PyeongChang, Korea Selatan. Zahra menjadi peserta ice skater dengan hijab pertama, setelah sebelumnya ditunjuk berkompetisi di Slovakia, Hungaria dan Italia.

Ia mulai menggeluti di dunia ice skating sejak usia 12 tahun. Saat itu, ia terpesona dengan film Disney: Ice Princess yang mengisahkan tentang kompetisi ice skating.
" Aku sangat terpukau dengan kecantikan dari olahraga tersebut. Namun ketika aku mencoba, rupanya skating cukup sulit untuk dilakukan," kata Zahra seperti yang dilansir dari The Express Tribune.
Zahra mengatakan bahwa ia sempat berkali-kali terjatuh ke lantai es yang licin. Namun ia terus bangkit dan menekuni olahraga itu. Bahkan, ia merasa ice skating bukan lagi sebagai hobi, melainkan adiksi.

" Aku kecanduan, yang tadinya hanya sebagai hobi selesai jam sekolah kemudian berkembang menjadi passion yang kuat," imbuhnya.
Tak diduga, kini ia dijuluki sebagai Ice Princess di negara asalnya. Ia yang kini berkuliah di Universitas Abu Dhabi rutin membagi jam pelajaran dengan latihan sebanyak 4 - 7 jam perhari.
Tampil dalam balutan busana Muslim, Zahra dengan gemulai menari di atas permukaan es. Ia berharap, semua wanita Muslim dan non Muslim dapat termotivasi untuk mengejar mimpi mereka.
(Laporan: Annisa Mutiara Asharini)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya